PENGARUH JENIS AKTIVASI TERHADAP KAPASITAS ADSORPSI ZEOLIT PADA ION KROMIUM (VI) oleh ST. ZAENAB AMIRUDDIN

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Memasuki era globalisasi dengan ciri perkembangan yang sangat pesat di bidang industri, diperlukan adanya antisipasi terhadap dampak yang ditimbulkannya. Penggunaan bahan kimia oleh manusia terutama sebagai bahan baku di dalam industri semakin meningkat, walaupun zat kimia yang sangat toksik sudah dilarang dan dibatasi pemakaiannya. Dampak negatif yang ditimbulkan adalah pencemaran oleh limbah industri.
Limbah industri yang mengandung bahan pencemar dan sangat berbahaya, tersebut khususnya limbah yang mengandung logam-logam berat, seperti kromium, timbal, tembaga, air raksa, kadmium, besi dan logam-logam berat lainnya. Salah satu jenis logam berat yaitu kromium yang merupakan logam yang banyak dipergunakan dalam bidang industri manufaktur, mulai dari alat yang sederhana seperti alat-alat rumah tangga sebagai pewarna gelas hingga industri besar dengan teknologi tinggi seperti satelit.
Logam kromium dapat masuk ke dalam semua strata lingkungan, sehingga perlu mendapat perhatian lebih, sebab kadar batas maksimal kromium yang diperbolehkan hanya 0,05 ppm (Sukar dkk dalam Rahma, 2007). Kromium dapat menimbulkan kerusakan pada tulang hidung, paru-paru dan dapat menimbulkan kanker (Sukandarrunidi, 2006). Mengingat sangat kecilnya batas konsentrasi yang diperbolehkan dan bahaya yang akan ditimbulkan (toksisitas), maka perlu penanganan terhadap limbah kromium sebelum disalurkan pada pembuangan yang akhirnya ke lingkungnan.
Cara menanggulangi masalah pencemaran yang ditimbulkan oleh limbah kromium dilakukan antara lain melalui proses adsorpsi dengan karbon aktif, tanah diatomeae, silika gel dan alumina. Selain menggunakan bahan tersebut juga dapat digunakan bentonit atau zeolit sebagai adsorben.
Zeolit merupakan mineral alam yang terdapat di indonesia dalam jumlah besar dengan bentuk hampir murni dan murah. Zeolit memiliki kemampuan untuk mengikat berbagai jenis molekul dan ion yang terdapat dalam fasa larutan maupun gas, hal ini dikarenakan zeolit mempunyai pori-pori yang jumlahnya tidak terhingga, satu pori dengan pori yang lain saling berhubungan sehingga membentuk saluran yang panjang. Disamping itu, zeolit mampu melakukan pergantian ion sehingga dapat menyerap ion logam (Sukandarrumidi, 2006).
Penyusun utama dari zeolit adalah kristal aluminosilikat yang mengandung kation alkali atau alkali tanah dalam kerangka tiga dimensinya. Zeolit memiliki bentuk kristal yang susunannya teratur dengan rongga-rongga yang selalu berhubungan kesegala arah menyebabkan permukaan zeolit menjadi sangat luas serta memilki kapasitas yang tinggi sebagai penyerap.
Beberapa penelitian tentang zeolit telah dilakukan, diantaranya oleh Muh. Jamaluddin (2003) memberikan hasil bahwa pada proses aktivasi dengan suhu 350oC daya adsorpsi optimum zeolit terhadap Cu2+ yaitu sebesar 250 ppm. Hasil penelitian Nuim Khayat (2005) menunjukkan bahwa waktu kontak zeolit selama 4 jam dengan cara diaduk memberikan daya adsorpsi zeolit tinggi pada peroksida minyak jelantah sebesar 61,39% (mg O2/gr contoh).
Kemampuan zeolit sebagai adsorben, penukar ion dan katalis dapat ditingkatkan dengan cara diaktivasi. Proses aktivasi dapat dilakukan secara fisika, secara kimia dan secara gabungan fisika-kimia. Aktivasi secara fisika dilakukan dengan pemanasan, sedangkan aktivasi secara kimia dilakukan dengan pengasaman/pembasaan.
Penelitian tentang pengaruh jenis aktivasi zeolit, belum banyak diteliti. Berdasarkan uraian inilah maka peneliti bermaksud untuk mengkaji tentang ” Pengaruh jenis aktivasi terhadap kapasitas adsorpsi zeolit pada ion kromium (VI)”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut maka masalah yang hendak diteliti adalah bagaimana pengaruh jenis aktivasi terhadap:
1. Kapasitas adsorpsi zeolit yang diaktivasi secara fisika (pemanasan) terhadap ion kromium (VI)
2. Kapasitas adsorpsi zeolit yang diaktivasi secara kimia (pengasaman H2SO4) terhadap ion kromium (VI)
3. Kapasitas adsorpsi zeolit yang diaktivasi secara Fisika-Kimia terhadap ion kromium (VI).

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis aktivasi terhadap:
1. Kapasitas adsorpsi zeolit yang diaktivasi secara fisika (pemanasan) terhadap ion kromium (VI).
2. Kapasitas adsorpsi zeolit yang diaktivasi secara kimia (pengasaman H2SO4) terhadap ion kromium (VI).
3. Kapasitas adsorpsi zeolit yang diaktivasi secara fisika-kimia terhadap ion kromium (VI).

D. Manfaat Penelitian

Setelah penelitian ini dilakukan, maka diharapkan dapat :
1. Sebagai masukan dan bahan informasi bagi industri tentang penggunaan zeolit aktif sebagai adsorben ion kromium (VI).
2. Sebagai bahan informasi kepada industri tentang zeolit dengan berbagai jenis aktivasi dan kapasitas adsorpsi yang dapat digunakan untuk pengolahan limbah ion kromium (VI).
3. Sebagai bahan informasi tambahan bagi yang ingin melakukan penelitian lanjutan mengenai zeolit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: