Pecahayaa 3cut

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Dalam melaksanakan pekerjaan, sebagian pekerja memerlukan suatu penerangan agar dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Apalagi untuk orang-orang yang bekerja di dalam ruangan atau yang bekerja pada shift malam. Cahaya yang dibutuhkan berupa cahaya alami dan juga cahaya buatan.
Cahaya atau penerangan memang sangat membantu para pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya. Tapi bukan tidak mungkin cahaya dapat memberikan dampak (efek) bagi kesehatan yang berupa kecelakaan kerja pada pekerja itu sendiri, jika cahaya yang digunakan oleh pekerja untuk bekerja melebihi NAB yang telah ditentukan.
Untuk itu dari praktek ini, mahasiswa dilatih bagaimana mengukur tingkat pencahayaan di suatu ruangan dan menentukan apakah cahaya tersebut memenuhi syarat atau tidak. Dan melalui laporan ini, kelompok 6 ingin menyampaikan hasil praktek yang telah dilakukan pada beberapa hari yang lalu kepada dosen pembimbing.

B. Tujuan
1. Untuk melatih mahasiswa dalam proses pengukuran pencahayaan
2. Untuk menentukan apakah cahaya yang diukur pada ruangan belajar tingkat 2.a, memenuhi syarat atau tidak.
C. Waktu dan tempat pelaksanaan
Hari / tanggal : Rabu, 15 Juli 2009
Jam : 12.00 – selesai
Tempat : Ruangan tingkat 2.a Jurusan Kesling

BAB II
DASAR TEORI

PENERANGAN DI TEMPAT KERJA

Penerangan di tempat kerja adalah cahaya yang bersumber dari penerangan alami maupun buatan yang menerangi benda-benda di tempat kerja.

Penerangan berdasarkan sumbernya :
• Penerangan alami
• Penerangan buatan
• Penerangan canpuran
Penerangan berdasarkan tipenya :
• Penerangan local
• Penerangan umum
• Penerangan tambahan

Beberapa batasan :
• Lumen; satuan arus cahaya. Satu lumen dalah banyaknya cahaya dari satu lilin standar yang jatuh pada suatu bidang yang luasnya satu kaki kuadarat pada jarak satu kaki.
• Lilin / candle; satuan dari intensitas cahaya / brightness.
• Brightness; banyaknya cahaya yang diemisikan atau dipantulkan dari suatu permukaan dari suatu arah tertentu
• Iluminasi; banyaknya cahaya yang jatuh pada suatu permukaan
• Kontras; perbedaan derajat terang yang relative antar objek dan subjeknya
• Reflectance; persentase cahaya yang dipantulkan oleh suatu permukaan
• Transmisi cahaya; persentase cahaya yang diteruskan oleh suatu benda, misalnya kaca atau plastic, dll.
• Lapangan pandangan; daerah atau areah yang dapat terlihat oleh mata bila mata dan kepala dalam keadaan tidak bergerak
• Akomodasi; kemampuan mata untuk memfokuskan obyek yang berada paling dekat sampai yang tak terhingga
• Ketajaman penglihatan; kemampuan mata untuk membedakan bagian detaik dari obyek / permukaan yang halus

Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas penglihatan ;
1. Sifat dari cahaya :
• Kulitas
• kuantitas
2. Sifat dari lingkungan :
• Brightness
• Nilai pantulan (reflectance value)

Reflectance value yang dianjurkan
Description Reflectance ( % )
Langit-langit 80 – 90
Dinding 40 – 60
Meja, kursi, mesin-mesin 25 – 45
Lantai 20

Efek penerangan :
• Kelelahan pada mata
• Iritasi
• Penglihatan
• Akomodasi berlebihan
• Pusing
• Kesalahan dalam beraktivitas
Penerangan yang berlebihan :
• Silau ( kehilangan pandangan sesaat)
• Sakit mata (berair)
• Ruangan menjadi panas
• Kenyamanan kerja berkurang
• Boros

BAB III
ISI LAPORAN

A. Alat yang digunakan
1. Lux meter, merk Lutron Lx 103

2. Alat tulis menulis

B. Media pengukuran
1. Pengukuran umum : ruangan ( 14 titik pengukuran)
2. Pengukuran local : meja-kursi yang ada di ruangan ( 10 titik pengukuran)
3. Reflectance : dinding dan lantai
C. Prosedur pengukuran
1. Penerangan umum
o Intensitas penerangan umum di suatu ruang kerja, diukur dengan cara membagi ruang tersebut menadi beberapa bagian dimana setiap luas bagiannya berukura 90 x 90 cm dan ada setap bagian tersebut, ditentukan 1 titik sample pengukuran dan ditentukan secara smetris.
o Pegang alat ukur (lux meter) setinggi 8 – 12 cm dari lantai.
o Aktifkan (on) lux meter
o Arahkan foto cell kesumber peerangan
o Lakukan pengukuran selama waktu yang telah ditentukan untuk stiap titik dan catat angka yang sering munculpaa display sebagai angka hasil pengukuran di tiap titik.
o Lakukan hal yang sama pada setiap titik selanjunya sampai pada titik terakhir
o Ulangi langkah tersebut pada setiap titik untuk siang dan sore atau malam hari (tergantung jam kerja)

2. Penerangan Lokal
Pengukuran intensitasenerangan lokal dilakukan dengan meletakkan lux meterpada tempat-tempat tertentu, dimana pekerja melakukan aktifitasnya sehingga intensivitas penerangan yang diperoleh dari pengukuran tersebut merupakan sampel intensitas penerangan yang digunakanoleh pekerja dalam beraktifitas.

Rumus pengukuran penerangan umum dan penerangan lokal, sama yaitu:
Intensitas pengukuran penerangan Umum / lokal =

3. Reflectance (pantulan)
Pengukuran pantulan cahaya baik oleh langit- langit, dinding, lantai, maupun perabot yang ada di ruang kerja dilakukan dengan cara membandingkan intensitas penerangan yang jatuh pada suatu permukaan dengan intensutas cahaya pantulan dari permukaan tersebut, yang dinyatakan delam satuan persen (%)
Langkah- langkah:
o Aktifkan alat ukur Lux Meter
o Letakkan fotocell pada bidang yang akan di lakukan pengukuran
o Catat angka yang sering muncul sebagai cahaya datang
o Balikkan fotocell menghadap bidang tadi dan tarik pelan-pelan dengan arah tegak lurus sampai angka pada display cenderung tidak berubah. Angka tersebut adalah sinar pantul atau cahaya pantul
o Rumus pengukuran reflectance

D. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada waktu melaksanakan pengukuran :
o Foto cell dari Lux meter, harus diarahkan kesumber penerangan
o Operator harus berpakaian gelap
o Untuk jenis lampu TL, maka pengukuran dilakukan setelan lampu tersebut menyalasekuran-kurannya 5 menit
o Aabila di ruang kerjadigunakan penerangan alami dan bauatan secara bersamaan,maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
 Buka semua jendela dan hordendan nyalakan semua lampu dalam ruangan tersebut
 Lakukan pengukuran, misalnya pengukuran 1(kombinasi)
 Setelah itu matikan lampu dan lakukan kembali pengukuran, misalnya pengukuran ke 2 → alami = pengk.1 – pengk.2
 Apabila selihnya sangat kecil, melakukan pengukuran ulang (kroscek) di malam hari.
E. Hasil pengukuran
Hasil pengukuran dicatat setiap 60 detik
1. Pengukuran umum

Intensitas pengukuran penerangan Umum =

2. Pengukuran lokal

Intensitas pengukuran penerangan lokal =

3. Reflectance (pantulan)
 Dinding
– Cahaya datang = 38
– Cahaya pantul = 27

 Lantai
– Cahaya datang = 22
– Cahaya pantul = 18

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari hasil pengukuran yang telah di dapat, maka dapat disimpulkan bahwa untuk tingkat intensitas pencahayaan (penerangan) umum dan lokal, memenuhi syarat yang dianjurkan, sedangkan untuk intensitas cahaya pantul (reflectance) tidak memenuhi syarat yang dianjurkan, karena melampaui nilai standar yang ditentukan.

B. Saran
 Sebaiknya operator berpakaian gelap
 Disaat melakukan pengukuran tidak boleh lalu lalang di sekitar area pengkuran, karena akan mempengaruhi nilai pengukurannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: