MANFAAT CUCI TANGAN

MANFAAT CUCI TANGAN

Pada saat ini mungkin anda masih melihat bahwa masyarakat belum menyadari bahwa kebiasaan dan cara mencuci tangan yang dilakukan apakah sudah benar atau belum. Atau masyarakat belum menyadari betapa pentingnya membiasakan mencuci tangan dengan benar. Akhir-akhir ini mulai sering diadakan penyuluhan dengan berbagai cara dan media tentang cuci tangan.

Sampai sekarang masih sering terlihat di masyarakat kita bangsa Indonesia khususnya didaerah pedesaan, tidak mencuci tangan dengan benar. Bagi umumnya orang Indonesia, tangan kanan adalah yang terhormat sehingga sering digunakan baik untuk melakukan suatu pekerjaan , jabat tangan, memberi sesuatu, dan lain-lain. Jadi tangan kanan sering sekali dalam kondisi kotor, sementara itu bagi orang Indonesia kalau makan juga memakai tangan kanan.

Memang sebelum makan kita sering melihat bahwa hamper semua orang cuci tangan kanannya lebih dahulu, tetapi biasanya menggunakan air dalam mangkok. Walaupun yang makan orang banyak, tetapi mangkoknya Cuma satu. Dan yang yang dicuci Cuma jari bagian depannya saja. Otomatis tangannya masih kotor. Dan akibatnya kotoran yang ada di tangan ikut twermakan. Klau orang dewasa makan dengan tangan sedikit kotor, mungkin kebetulan selama ini tidak berepengaruh apa-apa, karena kondisi perut orang dewasa sudah kuat. Tetapi bagaimana dengan perut bayi dan balita? Walaupun di tangan ada kotoran sedikit saja, tetapi sering meyebabkan dare dan muntah-muntah.

Biasanya kaum ibu menyusui dan menyuapi bayi dan balita atau melakukan sesuatu untuk bayi dan balita, kalau tangan ibu dalam keadaan kotor bisa membahayakan si bayi dan si balita. Maksud utama adalah mulia, untuk menyususi, memberi atau menyuapi makanan untuk kesayangannya si bayi dan si balita, akan tetapi kalau tangannya dalam keadaan kotor, maka maksud mulia itu menjadi tidak ada gunanya, malahan membahayakan si bayi dan si balita. Jadi syarat utama tangan ibu harus bersih, dan ibu harus menyadari bahwa tangannya sering kotor.
Seorang ibu harus menjaga kesehatan dan keamanan bayi dan balita, karena sering bayi dan balita memasukkan sesuatu kedalam mulutnya, baik berupa makanan atau barang yang ditemuinya.

Bagi manusia tangan bersih adalah syarat utama untuk sehat. Oleh karena itu semua orang harus tahu tentang manfaat cuci tangan dan bagaimana melakukannya dengan benar. Sebab memang tangan yang kotor tidak mudah kelihatan, sehingga orang lalai dan kurang menyadari harus cuci tangan. Masyarakat di Jepang pada umumnya sudah sadar tentang manfaat dan cara mencuci tangan dengan benar, karena sejak kecil sudah belajar, melakukan percobaan, memeriksa tangan, memeriksa kuku, serta memiliki sapu tangan sendiri, dan kebiasaan tersebut dimulai sejak sekolah taman kanak-kanak.

Tidak ada usaha yang terlambat, oleh karena itu gerakan simulasi cuci tangan di masyarakat kita harus dimulai. Sasaran utama dalam kegiatan WSLIC2 harus dimulai di sekolah, ibu-ibu yang mempunyai bayi dan balita, kader kesehatan, pengurus dan anggota PKK, kelompok pengajian, perkumpulan arisan serta seluruh masyarakat.

SIMULASI CUCI TANGAN

Simulasi ini dapat dilakukan di depan kelompok masyarakat seperti kelompok pengajian ibu-ibu atau bapak-bapak, murid sekolah dasar, pengunjung posyandu dan lain-lain. Atau diberikan kepada para peserta pelatihan seperti pelatihan sanitarian, bidan desa, Tim Fasilitator Masyarakat, Kader Kesehatan, Guru Sekolah, Tim Kerja Masyarakat, Badan Pengelola dan lain-lain.

I. KEBIASAAN MENCUCI TANGAN YANG SALAH

1. Bahan :
a. Tepung kanji [dibuat menjadi lem yang tidak terlalu kental]
b. Cairan betadin / yodium
c. Air dalam mangkok
2. Langkah Kegiatan :
a. Lem dioleskan keseluruh bagian tangan kanan [bagian telapak, jari-jari, kuku, punggung tangan dan pergelangan tangan]
b. Tangan kanan yang telah diolesi lem, diolesi dengan betadin, maka tangan akan berwarna ungu/merah kehitaman [diasumsikan tangan ini penuh dengan kuman]
c. Tangan kiri yang diolesi betadin, tangan akan berwarna kuning sesuai warna betadin [diasumsikan tangan kiri tidak ada kuman]
d. Tangan kanan yang banyak mengandung kuman dicuci dengan air dalam mangkuk [seperti yang biasa dilakukan selama ini] Maka akan tampak banyak kuman yang masih melekat di bagian tertentu tangan kanan seperti sela-sela jari, ujung kuku dan pergelangan tangan.

Disimpulkan bahwa cara kebiasaan cuci tangan seperti ini tidak aman.

II. MENCUCI TANGAN DENGAN BENAR

1. Bahan :
a. Tepung kanji [dibuat menjadi larutan yang tidak terlalu kental]
b. Cairan betadi/ Yodium
c. Diperlukan air mengalir [kran air, pancuran, atau disiram dengan gayung]
d. Sabun
e. Ember [untuk menampung air limbah]

2. Langkah Kegiatan :
a. Lem dioleskan keseluruh bagian tangan kanan [bagian telapak, jari-jari, kuku, punggung tangan dan pergelangan tangan]
b. Tangan kanan yang telah diolesi lem, diolesi dengan betadin, maka tangan akan berwarna ungu/merah kehitaman [diasumsikan tangan ini penuh dengan kuman]
c. Tangan kiri yang diolesi betadin, tangan akan berwarna kuning sesuai warna betadin [diasumsikan tangan kiri tidak ada kuman]

d. Tangan kanan yang masih banyak mengandung kuman dicuci dengan air mengalir dan sabun dengan uruta sebagai berikut :
 Menggunakan air dan sabun [menggunakan air bersih yang mengalir]
 Mencuci bagian telapak tangan
 Mencuci dan menggosok bagian sela-sela jari
 Mencuci dan menggosok ujung jari dan kuku
 Mencuci dan menggosok bagian punggung tangan
 Mencuci dan menggosok bagian pergelangan tangan
 Mengelap tangan dengan kain yang bersih

Disimpulkan bahwa cara mencuci tangan yang benar dapat membebaskan tangan dari kuman sehingga tidak masuk kedalam mulut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: