KAPASITAS ADSORPSI KARBON AKTIF AMPAS TEBU BZ 121 (Saccharum officinarum) TERHADAP ZAT WARNA RHODAMIN B oleh KADEK ANGGARAWATI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dewasa ini pencemaran air menjadi masalah yang sangat serius di dunia. Perkembangan industri dan penggunaan senyawa organik sintesis baik untuk budidaya tanaman maupun keperluan industri memberikan dampak negatif yaitu, tercemarnya sumber daya air permukaan maupun sumber daya air tanah. Pencemar organik yang merupakan senyawa biodegradable dan non biodegradable yang mempunyai sifat racun, terutama senyawa non biodegradable yang mempunyai sifat karsinogenik.
Diantara polutan ekosistem perairan yang beranekaragam, zat warna merupakan kelompok yang perlu diwaspadai ( berbahaya ). Zat warna sintesis banyak digunakan secara luas di berbagai proses industri seperti pewarnaan tekstil, kertas berwarna dan foto berwarna. Akan tetapi dalam proses pewarnaan dihasilkan 10 – 50% zat warna masuk ke dalam limbah, yang pada akhirnya masuk ke lingkungan (Rochaeni, 1997).
Tanpa pemakaian zat warna, hasil atau produk industri kurang menarik. Hal tersebut berkaitan dengan masalah pemasaran dan keuntungan. Pada dasarnya zat warna sintetik adalah racun bagi tubuh manusia, seperti Rhodamin B yaitu zat warna basa yang banyak digunakan untuk pewarna merah pada industri tekstil dan plastik
( http: // www. pikiran rakyat.com )
Rhodamin B biasa digunakan sebagai pewarna makanan dan minuman misalnya untuk mewarnai kerupuk, terasi, kembang gula, sirup, sosis, cendol dan bahan makanan lainnya ( http: // www. pikiran rakyat.com ). Padahal zat pewarna kimia ini sangat berbahaya bila dikonsumsi oleh manusia dan lebih sering digunakan sebagai pewarna tekstil. Limbah yang mengandung Rhodamin B akan menimbulkan masalah kesehatan apabila dimanfaatkan oleh manusia, karena dapat menyebabkan efek toksik pada makhluk hidup, sehingga pencemaran zat warna Rhodamin B ke lingkungan perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh agar tidak sampai masuk ke dalam tubuh manusia melalui air minum.
Beberapa cara penghilangan warna yang ada dalam limbah industri telah banyak dilakukan, misalnya dengan menggunakan koagulan (cara kimia), secara fisika dengan sedimentasi dan adsorpsi oleh karbon aktif. Adsorpsi dengan karbon aktif merupakan metode yang banyak digunakan untuk pemurnian air dan air limbah, karena strukturnya yang berpori dan mempunyai luas permukaan yang besar sehingga mempunyai kapasitas adsorpsi yang tinggi terhadap berbagai polutan organik dan anorganik.
Pengertian karbon aktif ditujukan pada karbon amorf, yaitu karbon yang telah diolah dan dibuat secara khusus untuk memperbesar daya adsorpsinya, baik terhadap warna, bau dan zat kimia lainnya. Karbon yang dihasilkan dalam proses pembentukannya bukanlah karbon murni, tetapi juga terdapat abu dan deposit berupa tar dan senyawa hidrokarbon. Untuk menjadikan karbon tersebut mempunyai daya serap tinggi, perlu dilakukan proses aktivasi. Proses aktivasi dapat dilakukan secara fisis (aktivasi fisis) melalui pemanasan dan cara kimia (aktivasi kimia) dengan menggunakan bahan kimia seperti Ca (OH)2, NaOH, ZnCl2, H3PO4, HNO3, H2SO4 dan lain-lain.
Karbon aktif dapat dibuat dari bahan baku yang berasal dari hewan tumbuh-tumbuhan, limbah ataupun mineral yang mengandung karbon. Ampas tebu adalah limbah berserat hasil dari penggilingan tebu yang merupakan limbah padat pabrik gula yang mengandung selulosa (Hidayatulloh, 2002). Pada penelitian ini digunakan ampas tebu dari spesies Saccharum officinarum yang diperoleh dari limbah penggilingan pada pabrik gula di Kabupaten Bone.
Ampas tebu mengandung air 48-52%, gula rata-rata 3,3% dan serat rata-rata 47,7%. Serat ampas tebu tidak larut dalam air dan sebagian besar terdiri dari selulosa, pentosa dan lignin. Atas pertimbangan tersebut maka ampas tebu dapat bermanfaat sebagai karbon aktif.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik melakukan penelitian untuk menguji daya adsorpsi karbon aktif ampas tebu yang diaktivasi secara kimia dengan memvariasikan waktu kontak (pengadukan) dan konsentrasi awal zat warna. Rhodamin B adapun judul yang diambil adalah “Kapasitas Adsorpsi Karbon Aktif Ampas Tebu BZ 121 (Saccharum officinarum) terhadap Zat Warna Rhodamin B”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang maka masalah dalam penelitian dirumuskan sebagai berikut :
1. Berapa waktu kontak (pengadukan) optimum yang dibutuhkan oleh karbon aktif ampas tebu BZ 121 (Saccharum officinarum) untuk mengadsorpsi zat warna Rhodamin B?
2. Berapa kapasitas adsorpsi karbon aktif ampas tebu BZ 121 (Saccharum officinarum) terhadap zat warna Rhodamin B?

C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Menentukan waktu kontak (pengadukan) optimum yang dibutuhkan oleh karbon aktif aktif ampas tebu BZ 121 (Saccharum officinarum) untuk mengadsorpsi zat warna Rhodamin
2. Menentukan kapasitas adsorpsi karbon aktif ampas tebu BZ 121 (Saccharum officinarum) terhadap zat warna Rhodamin B.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan setelah melakukan penelitian adalah :
1. Sebagai bahan informasi bagi dunia industri tentang pemanfaatan ampas tebu BZ 121 (Saccharum officinarum) sebagai karbon aktif (absorben) untuk zat warna Rhodamin B.
2. Sebagai bahan informasi untuk melakukan riset lebih lanjut pada limbah industri yang mencemari perairan.

Komentar

  • suriyanti  On Februari 12, 2012 at 11:51 am

    bgmn mndownload scara lkap skiripsix???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: