Hijab Wanita Muslimah oleh : Ust. Syaiful Yusuf, Lc

Tujuan Penyajian Materi
1. Agar peserta tarbiyah menyadari bahwa Islamlah satu-satunya agama yang memuliakan wanita dan bahwa syariat hijab adalah salah satu bentuk pemuliaan Islam terhadap wanita.
Jadi perlu di jelaskan wanita sebelum Islam dalam pandangan ummat-umat yang terdahulu serta bagaimana wanita ketika datangnya Islam. Persamaan gender sama sekali tidak memuliakan wanita karena laki-laki dan wanita itu tidak sama. Salah satu bentuk bagaimana Islam memuliakan wanita dengan di syariatkannya hijab.
2. Agar peserta tarbiyah menutup auratnya dengan sempurna sesuai syarat-syarat hijab yang ditetapkan dalam syariat.
Diharapkan mutarabbiyah tahu bagaimana hijab yang syar’i dan menerapkannya.
3. Agar peserta tarbiyah tidak hanya sekedar menutup auratnya dengan hijab yang sempurna tetapi juga dapat menjaga hijab dalam pergaulan dengan menghindari ikhtilat dan khalwat.
Para mutarabbiyah faham bahwa hijab bukan hanya pakaian melainkan juga dalam pergaulannya dengan lawan jenisnya dan bagaimana membawa diri mereka.

Muqaddimah
QS. 2:257 Islam adalah cahaya dan jahiliyah adalah kegelapan.

257. Allah pelindung orang-orang yang beriman; dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Wanita sebelum Islam
Bagaimana bangsa-bangsa yang “berperadaban” memperlakukan kaum wanita
1. Dalam pandangan bangsa Yunani wanita adalah kotoran syaithan dan tidak memiliki hak sama sekali.
2. Dalam pandangan bangsa Romawi wanita dianggap sama dengan benda mati yang tidak memiliki ruh.
Jadi boleh diapakan saja sampai wanitapun pada zaman itu boleh saja untuk diperjualbelikan
3. Dalam pandangan bangsa India wanita tidak memiliki hak hidup setelah suaminya meninggal.
Orang-orang India dahulu jika seorang suami meninggal maka istrinya dibakar bersama mayat suaminya.
4. Dalam pandangan bangsa Yahudi wanita tidak memiliki hak waris dan dianggap sama dengan sampah apabila dia haid.
Dalam ajaran Yahudi, wanita haid tidak boleh duduk, tidur bersama suaminya, ia ditempatkan di suatu tempat khusus dan tidak boleh didekati oleh siapapun. Sedangkan kaum nasrani semua boleh hingga melakukan hubungan suami istripun boleh.
5. Dalam pandangan kaum Nasrani wanita disamakan dengan benda mati dan menjadi permainan kaum lelaki.
6. Dalam pandangan bangsa Cina wanita tidak memiliki hak waris.
7. Dalam pandangan bangsa Arab wanita tidak memiliki hak waris bahkan diwarisi dan dikubur hidup-hidup ketika masih kecil.
Arab adalah bangsa yang paling jahat dalam memperlakukan kaum wanita sebelum kedatangan Islam. Istri-istri bapaknya boleh diwarisi oleh anaknya yang bukan ibu kandungnya.

Wanita dalam Pandangan Islam

1. Sama dengan kaum pria dalam hak-hak kemanusiaan dimana mereka memiliki hak untuk hidup dan tidak seperti benda mati yang dipermainkan kaum pria mereka juga bukan benda yang diwarisi dan mereka memiliki hak waris.
Allah berfirman dala Al Qur’an (QS. 81:8-9).

8. Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,
9. Karena dosa apakah dia dibunuh,

2. Sama dengan kaum pria dalam pahala dan dosa (QS. 33:35).

35. Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin[1218], laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah Telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

[1218] yang dimaksud dengan muslim di sini ialah orang-orang yang mengikuti perintah dan larangan pada lahirnya, sedang yang dimaksud dengan orang-orang mukmin di sini ialah orang yang membenarkan apa yang harus dibenarkan dengan hatinya.

Jadi wanita juga memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam masalah pahala dan dosa. Jika ia berbuat kebaikan maka ia mendapatkan pahala.

3. Wanita adalah pemimpin di dalam rumah suaminya ketika suaminya tidak ada. Suami adalah kepala rumah tangga dan wanita adalah pemimpin yang memimpin anak-anaknya.
صحيح البخاري – (ج 3 / ص 414)
844 – عن عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ يَقُولُ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا وَالْخَادِمُ رَاعٍ فِي مَالِ سَيِّدِهِ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ قَالَ وَحَسِبْتُ أَنْ قَدْ قَالَ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي مَالِ أَبِيهِ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“laki-laki pemimpin rumah tangga dan ia akan ditanya tentang apa yang ia pimpin dan wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan ia akan ditanya tentang siapa yang dia pimpin.”
Jika suami tidak ada maka rumah dan segala isinya dibawah pimpinan istri. Tidak ada satupun ummat yang memperlakukan hal tersebut kepada wanita selain Islam dalam hal kepemimpinan dalam batas-batas syar’I di bawah kepemimpinan suaminya.
4. Kaum pria diperintahkan untuk berwasiat dengan cara yang baik kepada kaum wanita.
صحيح مسلم – (ج 7 / ص 401)
2671 – عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَإِذَا شَهِدَ أَمْرًا فَلْيَتَكَلَّمْ بِخَيْرٍ أَوْ لِيَسْكُتْ وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ إِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

5. Rasulullah bersabda,”berwasiatlah dengan baik kepada kaum perempuan, karena mereka diciptakan dari tulang rusuk yang paling bengkok paling atas. Jika kau paksa untuk lurus maka ia akan patah, tapi jika kau biarkan ia maka ia akan tetap bengkok, maka bernasehatlah dan perhatikanlah urusan kaum perempuan dengan baik”
Tidak ada agama ataupun bangsa yang memerintahkan kaum laki-laki untuk berbuat baik kepada kaum wanita sebelum Islam.

Sekarang kita bandingkan kondisi wanita pada saat Islam datang dengan kondisi wanita sekarang, maka akan kita dapati kondisi kaum perempuan yang kebablasan, menuntut hak dengan melampaui batas. Itu merupakan satu bentuk reaksi mereka terhadap perlakuan terhadap mereka di masa yang lalu yang diperlakukan bukan seperti manusia sehingga mereka menjadi orang-orang yang reaktif. Mereka menginginkan untuk dianggap sama dengan kaum laki-laki, padahal itu tidak bisa.karena Allah sendiri yang mengatakan bahwa laki-laki tidak sama dengan kaum perempuan, ia harus dibedakan.

Keutamaan hijab

1. Hijab adalah ketaatan kepada Allah dan RasulNya (QS. 33:36).
Karena dia perintah, sehingga jika ada yang melaksankannya berarti ia taat kepada perintah tersebut.

36. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya Telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya Maka sungguhlah dia Telah sesat, sesat yang nyata.

2. Hijab adalah upaya menjaga kehormatan diri (QS. 24:31, 33:33, 33:59).

31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

33. Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu[1215] dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu[1216] dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait[1217] dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

[1215] Maksudnya: isteri-isteri Rasul agar tetap di rumah dan ke luar rumah bila ada keperluan yang dibenarkan oleh syara’. perintah Ini juga meliputi segenap mukminat.
[1216] yang dimaksud Jahiliyah yang dahulu ialah Jahiliah kekafiran yang terdapat sebelum nabi Muhammad s.a.w. dan yang dimaksud Jahiliyah sekarang ialah Jahiliyah kemaksiatan, yang terjadi sesudah datangnya Islam.
[1217] Ahlul bait di sini, yaitu keluarga rumah tangga Rasulullah s.a.w.

59. Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[1232] Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.

3. Hijab adalah iman (QS. 24:31).
Menurut ASWJ, Iman adalah keyakinan,perkataan dan perbuatan. Jadi jika belum memakai jilbab yang sempurna maka satu bagian iman dalam masalah hijab ini belum sempurna.
4. Hijab adalah identitas seorang muslimah(QS. 33:59).
Sekarang ini kita telah susah membedakan antara perempuan kafir dengan perempuan yang beriman. Karena banyak muslimah yang tidak memakai jilbab.

59. Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[1232] Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.

5. Hijab menjaga dari gangguan (QS. 33:59).
Mereka tidak diganggu, dijahili. Karena semakin banyak yang terlihat semakin banyak gangguan. Wanita berhijab bisa jadi dilecehkan tetapi tidak diganggu, bahkan bisa mengangkat kehormatan kaum muslimah karena itu merupakan suatu ujian baginya.
6. Hijab menunjukkan kebersihan hati (QS. 33:33, 24:31).
Istri-istri nabi adalah contoh dari perempuan beriman, ini salah satu bantahan bagi yang mengatakan ayat ini dikhususkan untuk istri-istri nabi saja.
7. Hijab menunjukkan rasa malu.
Malu adalah modal besar bagi seorang perempuan.
Kisah anak nabi Ayyub dengan Nabi Musa, anak Nabi Ayyub malu untuk memanggil Nabi Musa.
صحيح مسلم – (ج 12 / ص 453)
4673 – عن عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ قَالَ قَالَ لِي ابْنُ عَبَّاسٍ
أَلَا أُرِيكَ امْرَأَةً مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ قُلْتُ بَلَى قَالَ هَذِهِ الْمَرْأَةُ السَّوْدَاءُ أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ إِنِّي أُصْرَعُ وَإِنِّي أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ لِي قَالَ إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ قَالَتْ أَصْبِرُ قَالَتْ فَإِنِّي أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ أَنْ لَا أَتَكَشَّفَ فَدَعَا لَهَا
Ada seorang wanita berkulit hitam, ia sering kerasukan jin, kemudian ia datang kepada Rasulullah, ia mengatakan, Ya Rasulullah, saya sering kesurupan dan kalau saya kesurupan tersingkap auratku, maka doakanlah saya untuk sembuh dari penyakit ini”, Rasulullah bersabda jika kau bersabar dengan penyakitmu maka bagimu syurga,” akhirnya wanita tersebut memilih untuk bersabar tapi tolong doakan ketika saya kesurupan maka tolong doakan agar tidak tersingkap auratku.”
Masya Allah, karena rasa malunya yang sangat besar sehingga ia tidak ingin auratnya tersingkap. Maka hijab adalah malu.
8. Hijab adalah dakwah,
dakwah bil hal. Saksikan saya orang Islam! Saksikanlah bahwa saya adalah seorang muslimah dan beginilah pakaian muslimah! Meskipun orang bilang istri teroris tapi kita tidak peduli. Karena ini adalah pakaian yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dia adalah dakwah.
9. Hijab adalah jihad,
Karena orang-orang kafir memerangi hijab, mereka benci hijab, tampakkan kepada mereka bahwa ini adalah hijab yang sebenarnya, lebar, longgar, hitam, gelap, tertutup. Membuat orang kafir jengkel dengan keislaman kita, itu akan mendatangkan pahala bagi diri kita. QS. At Taubah : 120

120. Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri rasul. yang demikian itu ialah Karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,

10. Hijab akan mengantarkan ke surga.
صحيح مسلم – (ج 11 / ص 59)
3971 – عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Rasulullah bersabda,”ada dua golongan perempuan yang belum pernah saya lihat sekarang, yang pertama orang yang membawa cambuk dan dia mencambuk orang-orang dengan cambuknya itu (ini gambaran penguasa yang dzalim) dan yang kedua perempuan yang berpakaian tapi telanjang(perempuan-perempuan yang berpakaian dengan pakaian yang setengah menutup aurat sebagain lagi menampakkan auratnya atau menutup aurat tapi transparant, dan ada juga yang menutup aurat tapi sangat ketat) cenderung kepada penampilan-penampilan wanita pelacur (zaman dahulu jika ada yang berpakaian seperti itu hanyalah perempuan-perempuan pelacur sedangkan sekarang ini susah membedakan antara perempuan pelacur dengan perempuan yang terhormat karena sama-sama mengenakan pakaian yang seperti ini) tidak masuk surga perempuan yang seperti ini dan tidak bisa mencium baunya, padalah bau syurga dapat dicium dari jarak sekian.”
Jadi, hijab mengantarkan ke surga.

Kesempurnaan-Hijab

1. Hijab adalah sesuatu yang menutup aurat seorang wanita. Apa yang menutup aurat dikatakan hijab.
a) Beberapa istilah terkait masalah hijab.
 Jilbab, QS. 33:59, pakaian yang menutup dari atas sampai ke bawah. Jadi kerudung yang menutup dari kepala sampai ke kakinya atau lututnya maka itu bisa disebut jilbabnya. Maka, semakin besar kerudung semakin sempurna jilbabnya.
 Khimar atau kerudung kecil(QS. 24:33), khumur adalah jamak dari khimar, juyud itu adalah lobang di baju tempat masuknya kepala. Jadi khimar itu menutupi kepala sampai di bawah dada/perut.
 Niqab, cadar menurut para ulama merupakan kain yang diletakkan di atas bengkokan hidung. Atau memperlihatkan bagian di bawah mata atau mata dan sekitarnya. Cadar adalah istilah sekarang, di masa sahabat cadar dikenal dengan nama burqu’un.
 Burqu’un adalah jilbab yang memiliki lobang di kedua matanya. Di belakangan ia dikenal dengan nama niqabun, olehnya itu Muhammad bin Sirrin mengatakan, “niqab itu bid’ah”. Abu Ubay al kahsin bin sahlan menjelaskan perkataan Ibun Sirrin bahwa dahulu tidak dikatakan niqab karena wanita zaman dahulu tidak kelihatan matanya, paling-paling hanya kelihatan satu matanya. Jadi bukan berarti niqab itu bid’ah tapi sebaliknya karena dahulu sampai tidak kelihatan matanya. Jadi niqab itu bid’ah yang terbuka kedua matanya karena di awal wanita hanya kelihatan satu matanya.

b) Syarat – syarat hijab yang syar’i.
 Menutup seluruh badan.
 Tidak tembus pandang. Tebal
 Luas dan tidak sempit. Longgar, luas dan tidak sempit
 Tidak disentuh wangi-wangian.
 Bukan merupakan perhiasan yang mengundang perhatian karena keindahannya. Olehnya hijab yang paling afdal adalah warna hitam. Sehingga ketika syariat ini turun Aisyah mengatakan bahwa wanita-wanita seperti ada burung gagak di atas kepalanya. Burung gagak itu hitam dan hanya matanya yang kelihatan.
 Tidak menyerupai pakaian pria.
 Tidak menyerupai pakaian wanita kafir. Pakaian pengantin yang sering meniru pakaian wanita kafir, ketat dan tembus pandang.
 Tidak merupakan pakaian syuhrah (aneh dan tidak lazim sehingga menarik perhatian).
c) Hukum menutup wajah.
Ulama berbeda pendapat tentang hukum menutup wajah bagi wanita (apakah wajah merupakan aurat atau tidak) :
 Wajah adalah aurat sehingga wajib ditutup.
 Wajah bukan aurat sehingga tidak wajib ditutup melainkan sunnah.
2. Hijab adalah pemisahan kaum wanita dari kaum laki-laki. Aturan interaksi antara laki-laki dan perempuan juga merupakan hijab
 Tidak berlembut-lembut ketika berbicara (QS. 33:33).
 Sifat malu (QS. 28:25).
صحيح البخاري – (ج 1 / ص 40)
23 – عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى رَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ وَهُوَ يَعِظُ أَخَاهُ فِي الْحَيَاءِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعْهُ فَإِنَّ الْحَيَاءَ مِنْ الْإِيمَانِ ( متفق عليه )
 Menundukkan pandangan (QS. 24:31).
 Tidak bersentuhan.
صحيح الترغيب والترهيب – (ج 2 / ص 191)
1910 – ( حسن صحيح )
وعن معقل بن يسار رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لأن يطعن في رأس أحدكم بمخيط من حديد خير له من أن يمس امرأة لا تحل له
رواه الطبراني والبيهقي ورجال الطبراني ثقات رجال الصحيح
 Tidak berkhalwat bahaya pacaran
صحيح البخاري – (ج 10 / ص 192)
2784 – حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ وَلَا تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلَّا وَمَعَهَا مَحْرَمٌ فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اكْتُتِبْتُ فِي غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا وَخَرَجَتْ امْرَأَتِي حَاجَّةً قَالَ اذْهَبْ فَحُجَّ مَعَ امْرَأَتِكَ ( متفق عليه )
 Bercampur baur antara pria dan wanita wanita keluar bekerja tidak karena darurat.
صحيح البخاري – (ج 16 / ص 257)
4831 – عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْتُ

 Tidak berhias (QS. 33:33).

33. Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu[1215] dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu[1216] dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait[1217] dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

[1215] Maksudnya: isteri-isteri Rasul agar tetap di rumah dan ke luar rumah bila ada keperluan yang dibenarkan oleh syara’. perintah Ini juga meliputi segenap mukminat.
[1216] yang dimaksud Jahiliyah yang dahulu ialah Jahiliah kekafiran yang terdapat sebelum nabi Muhammad s.a.w. dan yang dimaksud Jahiliyah sekarang ialah Jahiliyah kemaksiatan, yang terjadi sesudah datangnya Islam.
[1217] Ahlul bait di sini, yaitu keluarga rumah tangga Rasulullah s.a.w.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: