Ahdaf Tarbiyah

Tujuan Penyajian Materi:
Tujuan tarbiyah pada pribadi muslim/ peserta tarbiyah adalah melahirkan pribadi-pribadi muslim yang berkualitas Di mana pribadi muslim yang dimaksud adalah bahwa pribadi muslim yang memiliki kualifikasi 5 M.(5M untuk memudahkan kita menghafal dan adapun yang penting adalah isi dari 5 M ini).

A. Mu’min
Mukmin yang dimaksud adalah mukmin dalam hal :
1. Pemahaman Islam
Pemahaman yang benar terhadap Islam. Iman dalam manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah keyakinan dalam hati ucapan dalam lisan dan perbuatan dengan anggota tubuh. Seorang yang berpredikat mu’min dapat dilihat dari sisi-sisi sebagai berikut:
 Pemahaman yang benar/shohih yakni yang bersumber dari Al-Qur’an yang shahih dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sesuai dengan pemahaman as salaf ash shaleh.
 Pemahaman Islam yang Syamil/menyeluruh dan sempurna. Pemahaman islam yang menyeluruh yang mencakup seluruh aspek ajaran Islam dengan cara tidak parsial/tidak sepotong-sepotong sebab pemahaman yang parsial akan menyesatkan. Seseorang yang tarbiyah diharapkan dengan tarbiyah yang dia ikuti dia memiliki pemahaman Islam yang benar dan sempurna. Dan inilah yang seharusnya dimiliki oleh seorang kader mukmin.
Dalilnya: Hadits Rasulullah :”pemahaman Islam yang sempurna adalah dengan mempelajari Islam tidak secara parsial.” Jadi ummat Islam tidak sepotong-sepotong/tidak setengah-setengah karena pemahaman yang parsial akan melahirkan ketersesatan. Firqah- firqah yang tersesat lahir dari pemahaman yang parsial terhadap Islam, misalnya khawarij selalu mengambil dalil-dalil yang berisi ancaman dan mengabaikan dalil-dalil yang berisi rahmat dan ampunan, makanya khawarij gampang sekali mengkafirkan orang karena dalil yang mereka pegang adalah dalil yang berisi ancaman, seperti dalil neraka, kafir, keluar dari islam, itu dalil-dalilnya khawarij sehingga orang berdosa sedikit saja telah dikatakan keluar dari Islam. Mereka tidak melihat dalil-dalil yang lain tentang rahmat dan ampunan Allah. Oleh karena itu karena memahami Islam secara parsial sehingga mereka tersesat. Mereka mengkafirkan orang Islam hanya dengan perbuatan dosa yang dilakukan oleh seorang muslim. Mengapa terjadi hal yang seperti itu, karena pemahaman mereka tidak syamil (mengambil sebagian dan meninggalkan sebagian). Contoh yang lain adalah murjiah yang sebaliknya dengan khawarij mereka hanya bersandar kepada nash-nash yang berisi rahmat Allah, ampunan Allah sementara mereka mengabaikan nash-nash yang berisi ancaman Allah, karenanya mereka mengatakan yang penting ada iman dalam hati, dosa apapun yang dikerjakan tidak akan mempengaruhi keimanan. Contoh dalil yang mereka bersandar padanya, yaitu kisah pelacur yang memberi air minum kepada seekor anjing saja sudah masuk surga, dalil ini memang shahih tetapi jangan melihat satu dalil saja tapi kita juga harus melihat dalil yang lain ada seorang perempuan yang masuk neraka hanya karena mengurung seekor kucing. Makanya banyak sekarang ini yang mengatakan yang penting hati saya baik. (biarpun tidak melakukan shalat, atau bahkan melakukan kejahatan sebesar apapun). Contoh lain adalah Islam liberal, mereka hanya mengambil kaidah-kaidah umum dan mereka meninggalkan begitu banyak kaidah-kaidah khusus. Contoh dalil yang mereka pegang adalah Islam rahmatallil’alamin jadi pencuri tidak boleh dipotong tangannya karena Islam adalah rahmat, pembunuh tidak boleh diqishash karena Islam adalah rahmat. Namun di sini perlu kita fahami bahwa hal tersebut adalah kaidah umum sedangkan potong tangan, qishash adalah kaidah khusus. Namun karena mereka hanya mengambil kaidah umum saja sehingga hal tersebut tidak berlaku bagi mereka. Mereka mengambil dalil sepotong-sepotong dan orang yang mengambil agama sepotong-sepotong seperti Orang-orang Yahudi QS; 2:85.
”…Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian (yang lain) Maka tidak ada balasan yang pantas bagi orang yang berbuat demikiandiantara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada azab yang paling berat. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan (QS: 2:85)

 Pada saat membawakan materi maka kita biasakan mutarabbi untuk membawa Al-Qur’an dan membuka Al-Qur’an dan membaca sendiri agar atsar yang berbekas pada tarbiyah-tarbiyah kita.

2. Aqidahnya
Aqidah yang dimaksud adalah aqidah yang benar /shohihah dan rafiqah/tertanam dengan kuat. Aqidah yang benar adalah yang tidak menyimpang dari jalan yang sesuai dengan pemahaman para Salafussholeh. Firman Allah “ Inilah dia jalanku yang lurus dan janganlah engkau mengikuti jalan-jalan yang lain, maka kalian akan berpecah dari jalannya(QS: ). Aqidah yang kuat yang Nampak dari pemahaman dan pengamalan dan tertancap dengan kuat bukan hanya teori dan pemahaman semata. Aqidah dengan Pemahaman yang tertanam dengan kuat, Misalnya Allah maha melihat, mendengar, kita yakin akan adanya Nama Allah maka nama menunjukkan sifat Allah memiliki Nama Assami’ Maha mendengar maka kita tidak menyebutkan perkataan yang tidak diridhoi oleh Allah ketika kita tahu dan yakin bahwa Allah memiliki nama Al-Bashir (maha melihat) maka kita tidak akan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak di ridhoi oleh Allah. Tidak menampakkan perbuatan yang dimurkai oleh Allah sebab Allah melihat diri-diri kita. Jadi jika ada seseorang yang tetap melakukan perbuatan yang tidak diridhoi oleh Allah padahal ia tahu bahwa Allah itu Maha Melihat, Maha Mendengar maka iman itu rapuh. Ia tahu bahwa Allah itu Ar Razzak, maha pemberi rezeki, tapi ia tidak sabar akan hal tersebut. Rasulullah mengatakan sesungguhnya tidak ada jiwa yang akan mati sampai dia mengambil semua rezekinya dan menghabiskan semua umur yang Allah sediakan untuknya mak perindahlah caramu mencari dan jangan sampai lambatnya rezeki sampai kepadamu menyebabkan kamu mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah.”

3. Ruhiyahnya
 Ruhiyahnya seorang mukmin yang tertarbiah maka ia memiliki kecintaaan yang sempurna kepada Allah. Ada rasa takut dan ada harapan kepada Allah.
 QS. Al Baqarah : 165

165. Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu[106] mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

[106] yang dimaksud dengan orang yang zalim di sini ialah orang-orang yang menyembah selain Allah.

 QS: As-Sajadah : 16

16. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya[1193] dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang kami berikan.

[1193] maksudnya mereka tidak tidur di waktu Biasanya orang tidur untuk mengerjakan shalat malam.

 QS: Al-Anbiya : 90

90. Maka kami memperkenankan doanya, dan kami anugerahkan kepada nya Yahya dan kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas[970]. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada kami.

[970] Maksudnya: mengharap agar dikabulkan Allah doanya dan khawatir akan azabnya.

 Mereka Khusyu di dalam ibadahnya
Dalam QS: Al-Mu’minun; ‘Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaituorang yang khusyuk dalam shalatnya”
Seorang mukmin dalam shalatnya senantiasa khusyu Bahkan mereka menangis dalam ibadahnya karena khusyu’nya ibadah merekaseperti Abu Bakar yang pada suatu waktu ditunjuk oleh Rasulullah untuk menjadi imam, maka Aisyahseakan memprotes kepada Rasulullah bahwa Abu Bakar sangat mudah menangis bahkan ketika membaca Al-Qur’an para sahabat tidak dapat mendengar bacaan Al-Qur’annya karena tangisannya. Umar bin Khattab ada dua garis dipipinya karena ia selalu menangis dalam ibadah-ibadahnya.
 Mereka peduli dengan Urusan kaum Muslimin
Dari Nu’man bin Basyir bahwasanya Rasulullah bersabda “perumpamaan orang-orang yang beriman memiliki kedekatan hati/kelembutan di antara mereka seperti satu jasad jika satu bagian merasakan sakit maka sebagaian yang lain juga merasakan sakit dalam bentuk tidak dapat tidur karena seakan-akan merasakan apa yang dialami saudaranya”seorang kader-kader mu’min merasakan penderitaan saudaranya, menjaga saudaranya, menghindari menyakiti saudara tidak saling mengejek dsb.
 Prihatin/Dia Dekat dengan kondisi Ummat
Semua nabi yang diutus oleh Allah prihatin dengan kondisi ummatnya maka ia memperingatkan ummanya Perkataan Takut ketika tertimpa azab yang berat kepada ummatnya.
 QS:7:59, Kisah nabi Nuh “Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada Kaumnya, lalu dia berkata,”Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya aku takut kamu benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata”
 QS:at-Taubah:120-128.
 QS:46:21. “Dan ingatlah (Hud) saudara kaum ‘Ad, yaitu ketika dia mengingatkan kaumnya tentang bukit-bukit pasir dan sesungguhnya telah berlalu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan setelahnya (dengan berkata), “ Janganlah kamu menyembah selain Allah, aku sungguh khawatir nanti kamu ditimpa azab pada hari yang besar”
Seharusnyalah Seorang da’I prihatin dengan kondisi ummatnya,Senantiasa mendakwahkan agamanya dan ia senantiasa merindukan tegaknya agama Allah.

4. Ibadahnya
 Abid/ahli ibadah
Seorang mukmin ia adalah seorang ahli ibadah, ciri-cirinya:
• Menjaga ibadah yang wajib
• Mementingkan ibadah yang sunnah. “Tidaklah hamba-Ku mendekatkan kepadaku sampai aku cintai dengan perkara ibadah ibadah wajib dan tidaklah hamba-Ku mendekatkan kepada Ku dengan perkara-perkara yang sunnah sampai ia Aku cintai”. Seorang sahabat pernah disuruh oleh nabi untuk menikah, Rabiah bin Ka’ab (dalam usia 6 Tahun) berkata; “saya pernah bermalam bersama Rasulullah, beliau tidur di antara nabi dan istrinya…. Ketika Rasulullah bangun shalat malam maka iapun ikut bangun shalat malam. Beliau berkata ‘ saya mengambilkan air wudhu beliau dan memenuhi hajat-hajat beliau, kemudian Rasulullah bersabda,”mintalah” saya meminta untuk bisa bersamamu di surge, kemudian Rasulullah menjawab, adakah permintaanmu yang lain? Katanya, hanya itu ya Rasulullah, kemudian Rasulullah bersabda,”bantulah aku untuk memenuhi permintaanmu itu dengan memperbanyak sujud dan shalat sunnah.”
 Ikhlas
Ahli ibadah yang ikhlas QS:18:110 “Katakanlah( Muhammad) “sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa.”Maka barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah ia mempersekutukan sengan sesuatu apapun dalam beribadah kepada Tuhannya” QS:al-Mulk:1-2” Maha suci Allah yang di tangan-Nya (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu siapa yang di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun”.
 Sesuai Sunnah/ mengikuti sunnah

5. Akhlaq yang mulia
Seorang kader mukmin senantiasa mengumpulkan akhlak yang mulia /Ummahat Al-Huluk Al Hasan
 Adil
 Sabar
 Menjaga kehormatan diri
 Berani

6. Adabnya
Seorang kader mukmin senantiasa menghidupkan adab-adab Islam dalam kehidupannya :
 Adab Tidur; berwudhu, baca do’a sebelum tidur, dll
 Makan dan Minum; makan dengan tangan kanan, makan tidak sampai kenyang, dll
 Buang air; masuk kamar mandi dengan kaki kiri, keluar dengan kaki kanan, dll
 Naik Kendaraan; membaca doa
 Dalam berpakaian; memakai pakaian yang menutup aurat dengan sempurna.

7. Muamalahnya
Ma’amalahnya islamiyah dalam:
 Menjual dan membeli; tidak mengurangi takaran dalam timbangan
 Muamalah dalam keluarga pada orang tua. Larangan untuk durhaka kepada orang tua diperintahkan setelah larangan untuk mempersekutukan Allah. Kita senantiasa ikhtirom kepada orang tua kita dengan semakin tingginya ilmu kita. Kita mendakwahi mereka dan senantiasa beradab kepada mereka.
 Berinteraksi dengan orang lain
Menjaga pergaulan antara laki-laki dengan perempuan, jelas hijabnya. menjaga adab ketika bukan mahram

B. Muslih/ Orang yang melakukan perbaikan
Seorang kader seharusnya menjadi da’i/ menjadi murabbi setelah aqidah, ibadah, ruhiyah, Akhlak, adab, muamalahnya sudah baik maka seharunya ia mendakwahkan ilmunya dan melakukan perbaikan ummat. Idealnya seorang kader terlibat atas setiap bagian dakwah ini dalam QS:Fusshilat:33”Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan berkata,”Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?”
1. Selalu berdakwah
2. Tidak tertutup/ bergaul dengan masyarakat
3. menjadi Agen perubah dimanapun ia berada
4. melaksanakan dakwah fardiyah
5. Membangun dan tidak menghancurkan

C. Mujahid
Sifat-sifat seorang mujahid:
1. Bersabar dengan segala keadaan dan bisa menghadapi kesulitan-kesulitan.
Sabar dan kuat. Seorang mujahid tidak harus mengangkat senjata. Dakwah ini adalah bagian dari jihad Dakwah awal Nabi di Mekkah disebutkan oleh Allah adalah Jihad “Janganlah engkau mentaati orang kafir dan berjihadlah melawan mereka dengan Al-Qur’an .
 QS:9:38,120

120. Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri rasul. yang demikian itu ialah Karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,

 QS. At Taubah : 38

38. Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal kenikmatan hidup di dunia Ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.

2. Pengorbanan.
Seorang mujahid senantiasa siap untuk berkorban di jalan Allah. Berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya.
3. Memiliki persiapan untuk berjihad di jalan Allah.
Rasulullah bersabda, “janganlah berharap bertemu dengan musuh namun jika kau bertemu dengannya maka bersikap teguhlah, jangan lari.” Karena jika Allah takdirkan untuk jihad maka berjihadlah. “Barang siapa mati dan tidak pernah berperang dijalan Allah dan tidak pernah meniatkan untuk melakukan hal itu maka ia mati dalam salah satu cabang kemunafikan”. Paling tidak persiapan tadi untuk terjun ke medan jihad.
4. Rindu mati syahid.
Ia senantiasa berdo’a kepada Allah agar kematiannya syahid. “Barangsiapa yang minta kepada Allah dengan mati syahid dengan sebenar-benarnya, maka ia akan di tempatkan kepada tempat para syuhada” Mereka membuktikan janjinya kepada Allah, diantara mereka menunggu-nunggu kapan giliran mereka syahid di jalan Allah dan mereka tidak pernah mengubah sedikitpun kerinduan mereka kepada asy syahadah.

D. Muta’awinun/ Bisa bekerjasama
Mereka memiliki kesiapan bekerjasama, tidak sendiri-sendiri. Hal ini di bangun dari ukhuwah perasaan bersama diantara mereka ada cinta di antara mereka, saling membutuhkan diantara mereka dan inilah yang seharusnya ada dalam jama’ah kita. Dalam bermusyawarah kita senantiasa menghargai pendapat saudaranya dan jangan memaksakan kehendak.
 Mengetahui pemimpinnya
Bekerja yang terorganisir dengan baik dengan rapi dalam suatu jama’ah
 Bergabung dalam amal jama’i dalam bentuk:
• Terlibat/ al indimam
• Disiplin/ Terikat/ al indibath
 Memahami konsep dipimpin dan pemimpin.
Siap menjadi pemimpin dan menjadi orang yang dipimpin Khalid bin Walid Adalah penglima dimasa Rasulullah dan panglima pada masa Abu Bakar dan panglima dimasa Umar Bin Khattab dan tidak pernah kalah. Pada saat Umar menjadi khalifah banyak kemudian di turunkan menjadi mujahid biasa dan pada saat itu Khalid bin Walid tetap berperang karena tujuannya adalah Allah. Bahkan ia merasa sedih pada saat menjelang ajalnya di atas ranjangnya ia bersedih dan menangis kenapa ia tidak mati dimedan perang padahal di tubuhnya itu terdapat lebih dari 70 bekas luka pada saat berperang.

E. Mutqin/Menguasai/mengerjakan dengan baik amanahnya
 Amanah
 Bertanggungjawab
 Spesialisasi/mengerjakan pekerjaan dengan baik/profesionalisme.

Tarbiyah pada Masyarakat
Tujuan tarbiyah pada masyarakat adalah Menegakkan agama Allah di muka bumi
Dalilnya:
 QS: At-Taubah : 33

33. Dialah yang Telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.

 QS:Al-Fath : 28

28. Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. dan cukuplah Allah sebagai saksi.

 QS:As-Shaff : 9

9. Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.

 QS:An-Nur : 55

55. Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.

Bagaimana jalan untuk menegakkan agama Allah:
1. Membentuk keluarga-keluarga yang Islami.
2. Membentuk jamaah dakwah yang kuat yang solid. Yang mana seluruh kader dapat menyatukan potensi untuk menguatkan Islam ini
3. Melahirkan masyarakat Islami Dimana dakwah terus berkembang dan berkembang dan melahirkan rijal-rijal dakwah
4. Terbentuk masyarakat-masyarakat yang Islami
5. mengembalikan Al-Khilafah yang Islami/ pemerintahan yang islami. Kurang lebih 14 Abad yang lalu Islam berjaya hingga 84 tahun yang lalu. Semoga dengan pembentukan pribadi-pribadi ini khilafah Islamiyah dapat ditegakkan kembali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: