Tbc

Tbc
Penyebab : bakteri Mycobacterium tuberculosis.
– menyerang Paru-paru
– menyerang di luar Paru-paru
Tbc menyerang negara berkembang ( 95 %),75 % penderita menyerang usia produktif.
Di Indonesia :
Hasil SKRT 1995 : penyebab kematian nomor 3.
Tahun 1996, WHO :
- Penderita tidak diobati setelah 5 thn :
- 50 % meninggal
- 25 % sembuh,
- 25 % kronik dan menular.
Tahun 1999, WHO :
- 583.000 orang penderita / thn.
- 140.000 orang meninggal /thn.
Diperkirakan di Ind. setiap 100.000 penduduk terdapat 130 orang penderita tbc paru yg sangat
menular.
Penyakit tbc merupakan masalah sosial, karena :
-menyerang usia produktif
-menyerang kelompok ekonomi lemah
-tingkat pendidikan rendah.
-pengobatan lama ( 6 – 8 bln).

Gejala :
a. Pada orang dewasa :
- Batuk terus menerus selama 3 minggu atau lebih dan dengan dahak.
- Kadang-kadang dahak yang keluar bercampur darah.
- Sesak nafas dan rasa nyeri di dada.
- Badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan menurun.
- Berkeringat malam hari walau tanpa aktivitas.
- Demam meriang lebih 1 bln.
b. Pada anak :
- Berat badan turun selama 3 bln berturut tanpa sebab jelas.
- Berat badan tidak bertambah.
- Tidak ada nafsu makan
- Demam lama dan berulang
- Muncul benjolan di daerah leher,ketiak dan lipatan paha.
- Batuk lebih dari 2 bln dan nyeri dada.
- Diare berulang dan tidak sembuh dg pengobatan
diare biasa
MEMASTIKAN PENYAKIT TBC :
Dilakukan pemeriksaan sbb. :
• Untuk mengetahui secara pasti seseorang menderita tbc, dilakukan pemeriksaan pada dahak.
• Pemeriksaan dilakukan sebanyak 3x selama 2 hari, dikenal dengan istilah SPS (Sewaktu, Pagi,Sewaktu)
• Sewaktu ( hari Pertama)
Dahak penderita diperiksa di lab sewaktu datang pertama.
• Pagi ( hari Kedua )
Bangun tidur keesokan harinya, dahak penderita ditampung
dan dibawa ke lab. utk diperiksa.
• Sewaktu ( hari Ketiga )
Penderita datang dan mengeluarkan dahak utk diperiksa.
• Bila hsil postf, orang tsb dipastikan menderita TBC.
KLASIFIKASI TBC :
1. TBC Paru adalah TBC yg menyerang jaringan paru-paru.
TBC Paru dibagi 2 macam, yt :
a. TBC paru BTA positif ( sangat menular)
- Sekurang-kurangnya 2 dari 3 pemeriksaan dahak
memberikan hsl positif.
- Satu pemeriksaan dahak memberikan hsl yg positif
dan foto rontgen dada menunjukkan TBC aktif.
b. TBC paru BTA negatif.
Pemeriksaan dahak positif negatif, foto rontgen
dada menunjukkan TBC aktif.
2. TBC ekstra paru adalah TBC yg menyerang organ tubuh selain paru-paru, misal selaput paru, selaput otak, selaput jantung, kelenjar getah bening, tulang dll.
PENGOBATAN TBC
A. Tujuan Pengobatan TBC :
1. Menyembuhkan penderita
2. Mencegah kematian
3. Mencegah kekambuhan
4. Menurunkan risiko penularan.
B. Tempat berobat :
1. Puskesmas
2. Rumah sakit
3. Rumah Sakit Paru
4. Dokter umum / dokter spesialis
Yang harus diperhatikan :
• Keteraturan minum obat TBC sampai dinyatakan sembuh, biasanya berkisar antara 6 – 8 bulan. Bila tidak dilakukan, maka akan terjadi beberapa hal sbb. :
1. Kuman penykit TBC kebal sehingga penyakitnya lebih
sulit diobatai.
2. Kuman berkembang lebih banyak dan menyerang
organ lain.
3. Membutuhkan waktu lama utk sembuh.
4. Biaya pengobatan semakin mahal
5. Masa produktif yg hilang semakin banyak
Obat Anti-Tuberkulosis dan efek samping
Obat kombinasi: rifampisin, etambutol. . .. …. tahap
intensif; kemudian tahap lanjutan . . . . . . ..
EFEK SAMPING
a. Ringan : – nafsu mkn menurun, mual, sakit perut
– Nyeri sendi, kesemutan sampai rasa
terbakar di kaki.
– Warna kemerahan pada air seni.
b. Berat : – Gatal & kemerahan kulit
– Gangguan pendengaran
– Gangguan keseimbangan
– Bingung dan muntah-muntah
– Gangguan penglihatan.

1. PENULARAN
Pada waktu berbicara, meludah, bersin, batuk.
2. PENCEGAHAN
Memutus mata rantai penularan yt dengan mengobati penderita sampai benar-benar sembuh serta melaksanakan pola hidup bersih dan sehat.
Imunisasi …BCG (bacillus calmette guerin) untuk bayi.
Kegiatan
• Penemuan Penderita
• Pembinaan Pengobatan
• Kemitraan / Kerjasama LS/LP
• Supervisi
• Monitoring & Evaluasi
• Pencatatan & Pelaporan
• KIE
KEGIATAN LOKAL SPESIFIKPROVINSI SULAWESI UTARA
1.PELAYANAN TBC DENGAN STRATEGI DOTS DI
DAERAH KEPULAUAN.
PELATIHAN PETUGAS.
2.PELAYANAN STRATEGI DOTS DI LAPAS, RSU, RS
SWASTA DAN DOKTER PRAKTEK SWASTA
3.KIE, LOMBA PENYULUHAN ANAK SEKOLAH
4.MENINGKATKAN PERAN PKK DALAM PROMOSI,
PENEMUAN DAN MEMBANTU CASE HOLDING.

PENANGGULANGAN TBC DI SULAWESI UTARA
MASALAH ;
1. PENEMUAN KASUS BELUM MERATA PER KAB.
2. TURN OVER PETUGAS.
3. DOTS.(Directly Observed Treatment Short course)
4. PEMBIAYAAN MASIH BERGANTUNG PADA DONOR — KONTRIBUSI APBD RENDAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: