NILAI AMBANG BATAS FAKTOR KIMIA DI UDARA LINGKUNGAN KERJA BERDASARKAN SE MENAKER No. 01/MEN/1997

BAB I
Pendahuluan

Dalam proses pembangunan, peranan zat kimia sangat besar karena mutlak diperlukan demi kelangsungan proses kegiatan, demi kesejahteraan, kemajuan dan kemakmuran bangsa.
Akan tetapi dilain pihak zat kimia tersebut dapat menimbulkan akibat-akibat negative yang tidak diinginkan seperti gangguan keselamatan, kesehatan dan kenyamanan kerja serta mengakibatkan pencemaran lingkungan maupun kerusakan peralatan kerja.
Kegiatan yang menggunakan dan memproduksi zat kimia, mengeluarkan buangan berupa zat kimia dapat menyebabkan pencemaran udara di tempat kerja dan biasanya berbahaya bagi tenaga kerja.
Untuk mengantisipasi efek negatif dari zat kimia yang kemungkinan terjadi di tempat kerja, maka perlu dilakukan upaya pencegahan dan perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan tenaga kerja. Salah satu upaya pencegahan tersebut adalah menetapkan Nilai Ambang Batas zat kimia di udara tempat kerja.

BAB II
ISI MAKALAH
NILAI AMBANG BATAS FAKTOR KIMIA DI UDARA LINGKUNGAN KERJA BERDASARKAN SE MENAKER No. 01/MEN/1997

A. Isi Surat Edaran
SURAT EDARAN MENTERI TENAGA KERJA
NO : SE 01/MEN/1997
Tentang
NILAI AMBANG BATAS FAKTOR KIMIA DI UDARA LINGKUNGAN KERJA
Telah diketahui dan dimaklumi bahwa bahan-bahan dan peralatan kerja di satu pihak mutlak diperlukan bagi pembangunan demi kesejahteraan dan kemajuan bangsa, namun di pihak lain dapat memberikan akibat-akibat negative seperti gangguan keselamatan, kesehatan dan kenyamanan kerja serta gangguan pencemaran lingkungan.
Guna mengantisipasi dampak negative yang kemungkinan terjadi di lingkungan kerja perlu dilakukan upaya-upaya pengamanan guna meningkatkan perlindungan terhadap keselamatan dankesehatan tenaga kerja.
Mengingat Undang-Undang Nomor 1 tahun 1970 belum lengkap peraturan pelaksanaannya serta menimbang bahwa Nilai Ambang Batas (NAB) Faktor kimia yang ditetapkan berdasarkan Surat Edaran Menteri tenaga Kerja Transmigrasi dan Koperasi Nomor SE-02/MEN/1978 dinilai telah tidak sesuai lagi dengan kemajuan dan perkembangan teknologi masa kini, maka dipandang perlu untuk melakukan peninjauan kembali dan penyempurnaan NAB Faktor Kimia dalam SE-02/MEN/1978 tersebut.
Untuk maksud tersebut diatas maka para pengusaha agar selalu mengendalikan lingkungan kerja secara teknis sehingga kadar bahan-bahan kimia di udara lingkungan kerja tidak melampaui Nilai Ambang Batas (NAB) seperti yang tercantum pada lampiran surat edaran ini.
Dengan berlakunya Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja ini maka Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi dan Koperasi Nomor SE-02/MEN/1978 dinyatakan tidak berlaku lagi.
Demikian, agar saudara memperhatikan dan melaksanakan Surat Edaran ini.
Dikeluarkan di : Jakarta
Pada tanggal : 16 Oktober 1997
MENTERI TENAGA KERJA
ttd
DRS. ABDUL LATIEF

B. Nilai Ambang Batas Faktor Kimia ( Lampiran SE MENAKER No. 01/MEN/1997)
Pengertian
Dalam Surat Edaran ini yang dimaksud dengan :
1. Tenaga kerja adalah setia orang yang mampu melakukan pekerjaan baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
2. Tempat kerja adalah setiap ruangan atau lapangan yang tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap, dimana tenaga kerja bekerja atau sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana terdapat sumber atau sumber-sumner bahaya.
3. Nilai Ambang Batas atau NAB adalah standar factor-faktor lingkungan kerja yang dianjurkan di tempat kerja agar tenaga kerja masih dapat menerimanya tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan, dalam pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak melebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu.
4. Factor lingkungan kerja adalah potensi-potensi bahaya yang kemungkinan terjadi di lingkungan kerja akibat adanya suatu proses kerja.
5. Bahan-bahan kimia adalah semua bahan baku yang digunakan dalam proses produksi atau proses kerja, yang dihasilkan dalam proses produksi atau proses kerja, serta sisa-sisa proses produksi atau proses kerja.
6. Alat Pelindung Diri adalah perlengkapan yang digunakan untuk melindungi tenaga kerja dari bahaya lingkungan kerja berupa : tutup hidung, mulut, respirator, kacamata, pakaian kerja khusus termasuk sepatu, sarung tangan, tutup kepala dan lain-lain.
7. Pengurus ialah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung sesuatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri.
8. Pengusaha :
a) Orang atau Badan Hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja.
b) Orang atau Badan Hukum yang menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja.
c) Orang atau Badan Hukum yang di Indonesia mewakili orang atau badan hokum termasuk pada (a) dan (b), jikalau yang diwakili berkedudukan di luar Indonesia.
9. Pegawai pengawas adalah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga kerja yang ditunjuk olen Menteri tenaga Kerja.
10. Menteri Tenaga Kerja adalah Menteri yang bertanggung jawab dalam bidang ketenagakerjaan.

KATEGORI NILAI AMBANG BATAS (NAB)
1. NAB rata-rata selama jam kerja, yaitu kadar bahan-bahan kimia rata-rata di lingkungan kerja selama 8 jam per hari atau 40 per minggu dimana hamper semua tenaga kerjadapat terpajan berulang-ulang, sehari-hari dalam melakukan pekerjaannya, tanpa mengakibatkan gangguan kesehatan maupun penyakit akibat kerja. Dalam Daftar Nilai Ambang Batas disingkat NAB
2. NAB batas pemaparan singkat, yaitu kadar tertentu bahan-bahan kimia di udara lingkungan kerja dimana hampir semua tenaga kerja dapat terpajan secara terus menerus dalam waktu yang singkat, yaitu tidak lebih dari 15 menit dan tidak lebih dari 4 kali pemajanan per hari kerja, tanpa menderita atau mengalami gangguan iritasi,kerusakan, atau perubahan jaringan yang kronis secara efek narcosis. Dalam daftar disingkat dengan PSD atau Pemajanan Singkat yang Diperkenankan.
3. NAB tertinggi, yaitu kadar tertinggi bahan-bahan kima di udara lingkungan kerja setiap saat yang tidak boleh dilewati selama melakukan pekerjaan. Dalam daftar disingkat dengan KTD atau Kadar Tertinggi yang Diperkenankan.

KEGUNAAN NILAI AMBANG BATAS
1. Sebagai kadar standar untuk pertandingan
2. Sebagai pedoman untuk perencanaan proses produksi dan perencanaan teknologi pengendalian bahaya-bahaya di lingkungan kerja.
3. Menentukan subtitusi bahan proses produksi terhadap bahan yang lebih beracun dengan bahan yang kurang beracun.
4. Membantu menentukan diagnosis gangguan kesehatan, timbulnya penyakit dan hambatan-hambatan efisiensi kerja akibat factor kimiawi dengan bantuan pemeriksaan biologic.

KATEGORI KARSINOGENITAS

A-1 : Zat kimia yang terbukti karsinogen untuk manusia (confirmed human carcinogen)
A-2 : Zat kimia yang diperkirakan karsinogen untuk manusia (suspected human
carcinogen)
A-3 : Zat kimia yang terbukti bersifat karsinogen terhadap binatang percobaan
A-4 : Zat kimia yang belum cukup bukti untuk diklasifikasikan karsinogen terhadap manusia ataupun binatang
A-5 : Tidak diperkirakan karsinogen terhadap

NILAI AMBANG BATAS CAMPURAN
Apabila terdapat lebih dari satu bahan kimia yang berbahaya yang bereaksi terhadap system atau organ yang sama, di suatu udara lingkungan kerja maka kombinasi pengaruhnya perlu diperhatikan. Jika tidak dijelaskan lebih lanjut efeknya dianggap saling menambah.
Dilampaui atau tidaknya Nilai Ambang Batas Campuran dari bahan-nahan kimia tersebut, dapat diketahui dengan menghitung dari jumlah perbandingan diantara kadar dan NAB masing-masing dengan rumus sebagai berikut :
A. Efek saling menambah
1. Keadaan Umum

NAB Campuran : C1 + C2 +…… Cn = ……………
NAB (1) NAB (2) NAB (n)
Kalau jumlahnya lebih dari 1, berarti NAB Campuran dilampaui.
2. Kasus khusus
Yang dimaksud dengan kasus khusus yaitu sumbe kontaminan adalah suatu campuran zat cair dan komposisi bahan-bahan kimia di udara dianggap sama dengan komposisi campuran. Komposisi campuran diketahui dalam % (persen) berat, sedangkan NAB campuran dinyatakan dalam mg/m3.

NAB Campuran

B. Berefek sendiri-sendiri
NAB Campuran =
C1 C2 C3
NAB (1) NAB (2) NAB (3)
C. NAB untuk campuran debu-debu mineral
Untuk campuran debu-debu mineral yang secara bilogik bersifat aktif dipakai rumus seperti pada campuran di A.2 (kasus khusus)

Keterangan dalam rumus :
C1 adalah kadar zat kimia ke 1;
C2 adalah kadar zat kimia ke 2;
Cn adalah kadar zat kimia ke n;
NAB(1) adalah NAB zat kimia (1);
NAB(2) adalah NAB zat kimia (2);
NAB(n) adalah NAB zat kimia (n).
fa adalah persen zat kimia pertama pada sumber kontaminan;
fb adalah persen zat kimia kedua pada sumber kontaminan;
fn adalah persen zat kimia ke-n pada sumber kontaminan;

Simbol dan simgkatan
* Adopsi tahun 1996
Lihat catatan dari perubahan-perubahan yang diharapkan
( ) Angka-angka yang diadopsi untuk maksud tersebut diusulkan untuk dilakukan perubahan
+ Revisi tahun 1996 atau bahan pada catatan dari perubahan-perubahan yang diharapkan
▲ Identitas bahan-bahan kimia dimana diperlukan indicator pemajanan biologic (BEI = Biological Exposure Indices)
● Bahan-bahan kimia yang NABnya lebih tinggi dari Batas pemajanan yang di perkenankan (PEL) dari OSHA dan atau Batas Pemajananan yang dianjurkan dari NIOSH
■ Identitas bahan-bahan kimia yang dikeluarkan oleh sumber-sumber lain, diperkirakan atau terbuktu karsinogen untuk manusia
A Menurut kategori A-KArsinogen
B Bahan-bahan kimia
T kadar tertinggi
bds Bagian dalam sejuta
CAS Chemical Abstract Services
ktd Kadar tertinggi yang diperkenankan
mg/m3 Miligram per meter kubik
NAB Nilai Ambang Batas
psd Paparan singkat yang diperkenankan
(c) Zat kimia yang bersifat asfiksian
(d) NOC = not otherwise classified (tidak diklasifikasikan)
(e) Nilai untuk partikel yang inhalabel (total), tidak mengandung asbes dan kandungan kristal silika lebih kecil dari 1%
(f) Serat lebih panjang dari 5μm dan dengan rasio sama atau lebih besar dari 3 dibanding 1.
(g) Nilai untuk partikel yang mengandung kristal silika lebih kecil dari 5%.
(i) Partikel inhalabel
(j) NAB untuk fraksi respirabel dari partikel.
(k) Pengambilan contoh dengan metoda dimana tidak terambil bentuk uapnya.
(l) Tidak termasuk stearat-stearat yang berbentuk persenyawaan logam beracun
(m) Berdasarkan pengambilan contoh dengan High Volume Sampler
(n) Partikel respirabel tidak boleh melampaui 2 mg/m3
(o) Tenaga kerja yang terpapar dengan faktor kimia ini, disarankan dilakukan monitoring spesimen biologi.
(p) Kecuali minyak kastor (castor oil), minyak biji kacang mede (cashew nut), atau minyak-minyak iritan yang sejenis
(q) Partikel bebas serat, diukur dengan vertical elutriator cotton-dust sampler.
DAFTAR NILAI AMBANG BATAS (NAB) BEBERAPA BAHAN-BAHAN KIMIA BERDASARKAN SE MENAKER No. 01/MEN/1997

Nama Bahan Kimia dan Nomor CAS NAB KTD KeT
BDS mg/m³ BDS mg/m³

Air raksa senyawa anorganik 0,025 A4
Air raksa senyawa alikil 0,01 0,03
● Air raksa senyawa aril 0,1
*■ Akrilamid (79-06-1) 0,03 ; A3 Kulit
●■ Akrilonitril (107-13-1) 2 A2 4.3 A2 Kulit
Akrolein (107-02-8) 0,1 0,23 0,3 0,60
*■ Aldrin (309-00-2) 0,25 ;A3 Kulit
Alil alkohol (107-18-6)
Aluminium (7429-90-5)
Debu logam 10
Garam larut 2
Amonia (7664-41-7) 25 17 35 24
Amonium klorida (12125-02-9) 10 20 Uap
Asam nitrat (7697-37-2) 2 5,2 4 10
Asetilen (74-86-2) ( c )
* Bromoform (75-25-2 0,5 ; A3 5,2 ; A3 Kulit
Debu biji-bijian jenis gandum 4 ( l )
* Etil bromida (74-96-4) 22 5 ; A3 22 ; A3 Kulit
*∆ Fenol (108-95-2) 5 ; A4 19 ; A4 Kulit
● Fluorin (Fluor) (7782-41-4) 1 1,6 2 3,1
Fosfor kuning (7723-14-0) 0,02 0,1
Gliserin, mist (56-81-5) 10
Hidrogen (1333-74-0) ( c )
Hidrogen peroksida (7722-84-1) 1 ; A3 1,4 ; A3
Isobutil alkohol (78-83-1) 50 152
Isooktil alkohol (26952-21-6) 50 265 Kulit
Isopropil alkohol 400 983 500 1230
Kalsium karbonat (1317-65-3) 10 ( e )
Kalsium oksida (1305-78-8) 2
Kalsium silikat (1344-95-2) 10 ; ( e ) A4
* Kamfer (76-22-2) 2 ; A4 12 ; A4 3 ; A4 19 ; A4 Sintesis
*■ Karbon hitam (1333-86-4) 3,5 ; A4
Karbon dioksida (124-38-9) 5000 9000 30000 54000
∆ Karbon monoksida (630-08-0) 25 29
*■ Kayu debu 1 ; A1
Kayu- kayu lunak 5 10
■ Klorin (7782-50-5) 0,5 ; A4 1,5 ; A4 1 ; A4 2,9 ; A4
LPG (Liquified petroleum gas) (68476-85-7) 1000 1800
*∆ Malation (121-75-5) 10 ; A4 Kulit
∆ Metanol (67-56-1) 200 262 250 326 Kulit
Mineral, serat wol 10 ( e )
Neon (7440-01-9) ( c )
Nikotin (54-11-5) 0,5 Kulit
*● Nitrogen dioksida (10102-44-0) 3 ; A4 5,6 ; A4 5 ; A4 9,4 ; A4
Oksigen difluorida (7783-41-7) 0,05 0,01
Ozon (10028-15-6) 0,1 0,2
● Pelarut karet (nafta) 400 1500
Potasium (7727-21-1) 0,1
Selulosa (9004-34-6) 10
Semen Portlan (65997-15-1) 10 ( e )
* Sulfur dioksida (7446-09-5) 2 ; A4 5,2 ; A4 5 ; A4 13 ; A4
Zeng kromat (13530-65-9; 11103-86-9;37300-23-5) 0,1 ; A1
Zeng oksida (1314-13-2)
Uap 5 10
Debu 10 ( e )

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dalam proses pembangunan, peranan zat kimia sangat besar karena mutlak diperlukan demi kelangsungan proses kegiatan, demi kesejahteraan, kemajuan dan kemakmuran bangsa.
Akan tetapi dilain pihak zat kimia tersebut dapat menimbulkan akibat-akibat negative yang tidak diinginkan seperti gangguan keselamatan, kesehatan dan kenyamanan kerja serta mengakibatkan pencemaran lingkungan maupun kerusakan peralatan kerja.
Guna mengantisipasi dampak negative yang kemungkinan terjadi di lingkungan kerja perlu dilakukan upaya-upya pengamanan guna meningkatkan perlindungan terhadap keselamatan dankesehatan tenaga kerja.
Mengingat Undang-Undang Nomor 1 tahun 1970 belum lengkap peraturan pelaksanaannya serta menimbang bahwa Nilai Ambang Batas (NAB) Faktor kimia yang ditetapkan berdasarkan Surat Edaran Menteri tenaga Kerja Transmigrasi dan Koperasi Nomor SE-02/MEN/1978 dinilai telah tidak sesuai lagi dengan kemajuan dan perkembangan teknologi masa kini, maka dipandang perlu untuk melakukan peninjauan kembali dan penyempurnaan NAB Faktor Kimia dalam SE-02/MEN/1978 tersebut.
Nilai Ambang Batas atau NAB standar factor-faktor lingkungan kerja yang dianjurkan di tempat kerja agar tenaga kerja masih dapat menerimanya tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan, dalam pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak melebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu.
Nilai Ambang Batas (NAB) ini pun memiliiki beberapa kalasifikasi seperti
NAB rata-rata selama jam kerja, NAB batas pemaparan singkat, NAB tertinggi. Selain itu juga memiliki kegunaan-kegunaan dan memiliki nilai hitung.

B. Saran
Untuk maksud tersebut diatas maka para pengusaha agar selalu mengendalikan lingkungan kerja secara teknis sehingga kadar bahan-bahan kimia di udara lingkungan kerja tidak melampaui Nilai Ambang Batas (NAB) seperti yang tercantum pada lampiran surat edaran ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: