kandungan senyawa metabolit sekunder dari siput bakau (mangrove), Terebralia sulcata yang berasal dari kelas Gastropoda, yang lokasi pengambilan sampelnya adalah di sekitar perairan Pinrang, tepatnya Desa Suppa Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan. oleh Rastiana Ningsih

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kelestarian lingkungan menjadi sebuah permasalahan yang global sehingga pabrik ataupun industri diharapkan memberi perhatian untuk meningkatkan teknologi yang tidak menyebabkan suatu pencemaran lingkungan. Tetapi beberapa jenis industri pada saat ini menggunakan logam berat sebagai bahan bakunya, karena logam berat memiliki beberapa keunggulan, seperti dapat menghantarkan listrik dengan baik dan dapat membentuk alloy dengan logam lain. Namun logam berat selain memberikan manfaat dalam bidang industri, yang menimbulkan pencemaran yang dapat membahayakan makhluk hidup terutama manusia (Palar, 1994).
Mengingat resiko yang ditimbulkan oleh logam berat, maka beberapa cara telah dilakukan untuk mengambil logam berat dari lingkungan perairan, misalnya yang umum digunakan untuk pengendapan logam sebagai hidroksida logam. Namun beberapa logam berat seperti Hg, Pb, Cd tidak dapat mengendap dengan sempurna (Margaretta, 2000).
Salah satu cara untuk mengatasi masalah pencemaran logam diperairan adalah dengan menggunakan khitosan dan karbon aktif sebagai adsorben.

Indonesia sebagai Negara Kepulauan yang besar di dunia yang dua pertiganya merupakan wilayah laut memiliki sumber daya alam hayati laut yang melimpah. Beberapa ekosistem tersebut antara lain: terumbu karang, ratusan jenis ikan, berpuluh-puluh jenis mollusca, crustacea, sponge, algae dan lamun. Meskipun demikian, pemanfaatan produk laut di Indonesia masih perlu dikembangkan pada berbagai aspek. Aplikasi bioteknologi untuk pengembangan produk alam laut di Indonesia secara selektif melalui penajaman pemilihan topik penelitian dengan memperhatikan substansi yang memiliki posisi strategis secara nasional dalam sumberdaya, serta memiliki pangsa pasar didalam dan diluar negeri. Kesiapan SDM, sarana dan prasarana merupakan persyaratan yang harus dipenuhi dalam penerapan.
Kemajuan di bidang pengembangan metode dan sarana analisis kimia telah memungkinkan dalam beberapa tahapan tertentu dapat dilakukan isolasi, identifikasi dan penentuan struktur molekul dari kandungan senyawa metabolit sekunder biota laut. Beberapa tahun terakhir ini peneliti kimia memperlihatkan perhatian pada biota laut karena keberadaan senyawa bahan alam yang dikandungnya yang unik dan mempunyai efek farmakologis.

Penelitian produk alam laut di Indonesia sampai sekarang masih tetap didominasi dengan spons yang meliputi pengujian bioaktivitas atau pencarian substansi bioaktif, ekstraksi dan isolasi kandungan kimia yang potensial. Adapun penelitian biota laut yang serupa sebelumnya yaitu mengenai ekstrak senyawa metabolit sekunder yang bersifat aktif dari spons, kelas Demospongiae, filum porifera yang banyak dimanfaatkan dalam bidang farmasi dan kedokteran sebagai sitotoksik, anti tumor, anti virus, anti HIV, anti inflamasi, anti fungi, anti leukimia serta penghambat aktifitas enzim (Suparno, 2005). Untuk filum Mollusca kelas Gastropoda yaitu pada spesies Achatina fulica dan Achatina variegata yang hanya terbatas pada kandungan protein dan asam aminonya saja (Hendrawati Nanik, 2006).
Siput bakau (mangrove) banyak dijumpai di perairan laut/pantai di Sulawesi Selatan yang berdasarkan hasil komunikasi pribadi, secara turun temurun khususnya oleh masyarakat di Kabupaten Pinrang siput ini digunakan untuk mengobati berbagai penyakit seperti: luka bakar, sakit gigi dan bahkan digunakan sebagai obat penyakit TBC dan infeksi usus buntu. Berdasarkan dari uraian di atas, maka peneliti merasa tertarik untuk meneliti kandungan senyawa metabolit sekunder dari siput bakau (mangrove), Terebralia sulcata yang berasal dari kelas Gastropoda, yang lokasi pengambilan sampelnya adalah di sekitar perairan Pinrang, tepatnya Desa Suppa Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan.

B. Rumusan Masalah
Untuk lebih memperjelas serta memberi arah dalam Proposal Penelitian ini, maka masalah yang akan diteliti ialah senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak metanol siput bakau Terebralia sulcata.

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan di atas, maka tujuan penyusunan proposal penelitian ini adalah untuk menemukan dan mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak metanol siput bakau Terebralia sulcata.

D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Dapat menambah sumber bahan baku senyawa metabolit sekunder yang berasal dari laut.
2. Sebagai informasi tentang kandungan senyawa metabolit sekunder dari siput bakau Terebralia sulcata yang berguna dalam kemotaksonomi.
3. Sebagai penelitian dasar dalam rangka pemanfaatan siput secara farmakologis maupun ekonomis.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: