CARA PENULARAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT YANG PENULARANNYA BERKAITAN DENGAN AIR DAN LINGKUNGAN

CARA PENULARAN DAN PENCEGAHAN
PENYAKIT YANG PENULARANNYA
BERKAITAN DENGAN AIR DAN LINGKUNGAN

BAB I. PENDAHULUAN

Di Indonesia terutama di daerah pedesaan penyakit yang penularannya berkaitan dengan air dan lingkungan masih merupakan masalah bagi masyarakat, sering merupakan penyakit endemis di suatu wilayah dan kadang-kadang timbul sebagai letusan penyakit dan bahkan dapat menimbulkan wabah penyakit.
Akibatnya produktivitas masyarakat menurun karena banyak kehilangan waktu bekerja [karena sakit], bertambahnya pengeluaran biaya untuk pengobatan dan perawatan penderita, sehingga potensi untuk menabung menurun. Hal tersebut mengakibatkan terhambatnya pembangunan di daerah pedesaan karena masyarakat tidak mampu untuk melakukan investasi pembangunan.

Pada umumnya masyarakat belum menyadari bahwa penularan penyakit dipengaruhi dua faktor penting yaitu perilaku dan kondisi lingkungan masyarakat sendiri. Masyarakat belum mengerti akan hubungan antara kesehatan dengan perilaku dan kondisi lingkungan. Di daerah pedesaan masih banyak masyarakat yang mempunyai perilaku buang air besar di tempat terbuka, menggunakan air dari sarana yang tidak memenuhi syarat kesehatan misalnya menggunakan air dari sungai untuk minum dan masak.

Dengan melakukan perilaku praktis sehari-hari, misalnya cuci tangan dengan benar, yaitu dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir serta kapan mereka harus cuci tangan, merubah kebiasaan buang air besar di tempat terbuka menjadi perilaku buang air besar di jamban, menjaga kualitas air dan mencegah terjadinya pencemaran air, mulai dari sumber air, cara pengambilan air, cara pengangktan air, cara penyimpanan air, sehingga masyarakat dapat menggunakan air secara hygienis, sudah dapat mencegah terjadinya penularan penyakit. Perilaku praktis tersebut yang belum membudaya di masyarakat.

Agar para fasilitator masyarakat yaitu tokoh masyarakat, tokoh agama, guru sekolah, pengurus organisasi masyarakat seperti Tim Kerja Masyarakat, Badan Pengelola, dan lain-lain, mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahayanya penyakit menular, memberikan motivasi cara pencegahan penyakit, sehingga masyarakat mempunyai perilaku praktis untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan cara pencegahan penyakit, maka para fasilitator tersebut perlu memahamai epidemiologi sederhana beberapa penyakit yang masih merupakan masalah bagi masyarakat.
BAB II. KONSEP DASAR PENTING PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TENTANG CARA PENCEGAHAN PENYAKIT.

1. Masyarakat Memahami Penyakit yang menjadi Masalah.
Kesadaran masyarakat akan timbul tentang masalah penyakit apabila masyarakat mendiskusikan penyakit yang seing mereka derita, yaitu siapa atau anggota keluarga yang sering menderita penyakit, jenis penyakit apa yang sering di derita, dan kemana biasaya mencari pertolongan pengobatan.
Hampir semua penyakit yang penularnnya berkaitan dengan air dan lingkungan, kuman keluar dari tubuh manusia melalui tinja kemudian kuman tersebut masuk kedalam tubuh manusia melalui mulut.
Kesadaran masyarakat akan hidup sehat untuk mencegah terjadinya penularan penyakit akan timbul apabila masyarakat memahami bagaimana kuman penyakit tersebut terbawa kedalam lingkungan dan masuk kedalam tubuh manusia.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang alur penularan penyakit tersebut, dengan cara :
 Masyarakat melalui diskusi kelompok memepelajari bagaimana terjadinya alur dari kuman yang keluar dari tubuh manusia kemudian masuk kedalam lingkungan dan kemudian masuk kedalam tubuh orang yang akan ditulari.
 Agar masyarakat mampu mndiskusikan alur penularan penyakit tersebut perlu difasilitasi oleh fasilitator masyarakat, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan bukan dengan cara menggurui.
 Agar fasilitator mampu memfasilitasi masyarakat, maka fasilitator harus mengetahui diagram alur penularan dari masing-masing penyakit menular.
Contoh sederhana alur penualaran penyakit diare yang digambarkan dengan diagram 5 F, sangat memudahkan bagi fasilitator untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang terjadinya alur kontaminasi penyakit diare.

2. Masyarakat dapat Mengidentifikasi Faktor-Faktor yang menyebabkan terjadinya Penyebaran Penyakit di Wilayah Mereka.
Penyakit menular terjadi karena ada alur lingkaran dari tiga faktor utama yaitu penyebab penyakit [agent], lingkungan yang merupakan perantara antara penyebab penyakit dengan orang yang ditulari, dan orang yang akan ditulari penyakit. i
Penyebab penyakit berasal dari sumber penyakit yaitu para penderita penyakit yang dalam tubuhnya mengandung kuman penyakit. Kuman penyakit tersebut keluar dari tubuh manusia melalui pintu keluar misal bersama tinja.
Kuman penyakit yang keluar bersama tinja, karena perilaku masyarakat buang air besar di tempat terbuka, akhirnya mencemari lingkungan misalnya air pada sarana air bersih. Apabila air tersebut diminum oleh seseorang, maka melalui air tesebut bibit penyakit masuk ke dalam tubuh manusia, dan mengakibatkan timbulnya penyakit.

Untuk membantu masyarakat dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penyebaran penyakit di suatu wilayah mereka, dilakukan melaui transect walk untuk mengunjungi kondisi lingkungan dan diskusi.

Dengan melalui transect walk dan diskusi, masyarakat dapat mengidentifikasi kondisi lingkungan kaitannya dengan perilaku masyarakat sendiri. Melalui transect walk dan diskusi masyarakat dapat mengidentifikasi perilaku apa yang menyebabkan terjadinya penularan penyakit, dapat mengidentifikasi kondisi lingkungan dan kondisi sarana yang memungkinkan terjadinya penularan penyakit.
Sebagai contoh masyarakat dapat mengidentifikasi tempat-tempat terbuka yang masih digunakan untuk buang air besar dan pembuangan tinja bayi dan balita, sumber air yang belum ditingkatkan [belum memenuhi syarat] yang masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan minum dan masak, dan lain-lain.

3.Masyarakat memahami bagaimana Cara Menghambat Alur Penularan Penyakit.
Untuk membantu masyarakat dapat memilih opsi kegiatan tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan untuk menghambat agar tidak terjadi penularan penyakit, dengan cara :
 Bagaimana merubah perilaku buruk yang selama ini dilakukan menjadi perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat dilakukan setiap hari.
 Sarana apa yang harus dibuat sendiri oleh masyarakat untuk membantu agar dapat melakukan perilaku hidup bersih dan sehat [misal meyediakan tempat cuci tangan, membuat jamban sederhana dll].
 Sebagai contoh untuk menghambat alur penularan penyakit diare, dapat dilakukan melalui melaksanakan emapt kunci perilaku hidup bersih dan sehat, yaitu merubah perilaku buang air besar di tempat terbuka menjadi di jamban, merubah perilaku pembuangan tinja bayi dan balita di tempat terbuka menjadi di jamban, cuci tangan dengan benar serta meningktkan kualitas airdan mencegah terjadinya pencemaran air.

4.Metoda PHAST [Participatory Hygine and Sanitation Tranformation].
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlunya melakukan tindakan-tindakan yang harus dilakukan oleh masyarakat sendiri dalam rangka mencegah terjadinya penularan penyait, dilaksanakan dengan metoda PHAST.
Dengan menggunakan metoda PHAST, dapat meningkatkan :
 Partisipasi masyarakat [mendorong setiap individu dalam proses diskusi tanpa memandang usia, jenis kelamin, kelas sosial dan latar belakang pendidikan], mendorong keikut sertaan perempuan, dan saling belajar antara sesama anggota masyarakat.
 Pemberdayaan masyarakat [menambah rasa percaya diri dan rasa tanggung jawab, mudah dilakukan dan sasana menyenangkan].
 Perubahan perilaku, yaitu memperbaiki dan merubah perilaku buruk yang beresiko terhadap kesehatan menjadi memperbaiki dan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. Dalam rangka mendorong usaha pencegahan penyakit.
 Mendorong masyarakat untuk mengelola dan menggunakan sarana lingkungan dengan baik [sarana air bersih dan sarana sanitasi].
 Meningkatkan pengetahuan tentang hubungan perilaku dan lingkungan dengan status kesehatan.
 Meningkatkan kemandirian masyarakat akan melaksanakan pengelolaan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, serta pengelolaan sarana kesehatan lingkungan khususnya sarana air bersih dan sarana sanitasi.

BAB III.
PENGERTIAN, GEJALA, CARA PENULARAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT.

I. PENYAKIT DIARE

1. Penyakit diare dan penyebarannya

Diare biasanya disebabkan oleh makanan atau minuman yang tercemar kuman yang berasal dari tinja. Anak kecil bisa mencret setelah disuapi makanan dengan tangan yang kotor, atau setelah memasukkon barang yang kotor kedalam mulutnya. Diagram pada halaman … memperlihatkan lintason yong biasa dilalui kuman diare hingga mencapai manusia : lewat jori (fingers), lalat/serangga (flies), ladang/kebun (fields), makanan (food) atau langsung ke mulut.

2. Apakah penyebab diare?

 Kuman yang terdapat dalam tinja masuk kedalam mulut
 Kuman kuman tersebut dapat disebarkan melalui makanan dan oleh tangan atau benda yong kotor
 Contohnya, anak anak akan terserang penyakit diacre jika ibunya memberinya makanan dengan tangan yang kotor atau kukunyo tidak dibersihkan
 Cacar air dan beberapa jenis penyakit lainnya

3. Mengapa diare dianggap penyakit berbahaya?

 Diare mengakibatkan anak anak dan orang dewasa kehilangaon terlalu banyak cairan tubuh dan pada akhirnya mengakibatkan kemation.
 Diare jika bisa mengakibatkan masalah kekurangan gizi menjadi semakin parah karena ;
– Gizi makanan terbuang dari dalam tubuh
– Gizi dipakai untuk menyembuhkon jaringan yong rusak sehingga proses pertumbuhan menjadi terhambat
– Biasanya para Ibu tidak memberi makanan kalau anaknya sedang menderita diare

4. Apakah tanda tandanya seseorang menderita penyakit diare?

 Jika seseorang sedang terkena diare maka tinjanya lebih cair dari biasanya dan terkadang juga mengandung darah
 Dalm waktu 24 jam seseorang paling tidak tiga kali buang air

5. Apa yang dilakukan terhadap orang diare?

a. Penderita diberi minum yang banyak
Beri salah satu dari minuman berikut :
– ASI
– Oralit
– Air bersih (telah dimasak)
– Kuah sup, air tajin, yoghurt
– Sari buah, teh encer, air kelapa
b. Beri makon
c. Minta bantuan tenaga medis, jika gejala tidak berkurang

6. Bagaimana mencegah agar orang tidak terjangkit diare?

a. Tinja harus dibuang di tempat yang amon, terutama kotoran dari mereka yang terkena gejala diare
b. Cuci tongon setelah buong air besar atau membersihkan tinjao, sebelum makon, Menyuapi anak, atau menyiapkan makanan
c. Menjaga agar air minum terbebas dari kontaminasi bahan bahan tinja, baik di rumah aaupun di sumbernya.

7. Pencegahan Penyebaran

Upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah berlangsungnny penyebaran penyakit diare adalah dengen memasang penghambat pada lintasan penyebaran kuman penyebabnya. Pencegahan don penyebaran yang paling baik adalah kombinasi antara sarana dengan perilaku. Dibawah ini diberikan tiga perilaku terpenting yang bisa menurunkon dengan cepat jumlah kasus kejangkitan penyakit diare :

- Pembuangan tinja di tempat yang aman, terutama yang berasal dari penderita diare, baik penderita bayi, anak ataupun dewasa;
– Cuci tangan setelah buang air besar, setelah membersihkan kotoran bayi, sebelum makan, menyuapi atou menyiapkan makanan;
– Menjaga agar air minum terbebas dari pencemaran, baik di rumah maoupun dii sumbernya.

II. ASCARIASIS

1. APAKAH PENYEBAB ASCARIASIS?

Telur cacing Ascaris lumbricoides yang terdapat dalam tinja manusia kemudian tertelan masuk kedalam mulut.

2. BAGAIMANA CARA PENULARANNYA?

• Cacing jantan berukuran 10 30 cm don cacing betina berukuran 22 35 cm hidup dalam rongga usus manusia (manusia merupakan satu satunya hospes cacing Ascaris lumbricoides)
• Seekor cacing betina bertelur sebanyak 100.000 200.000 butir sehari
• Telur cacing keluar dari tubuh manusia bersama tinja
• Telur tersebut didalam tanah menjadi infektif memerlukan waktu kurang lebih 3 minggu
• Apabila telur infektif tersebut tertelan (masuk mulut) melalui makanan, dan oleh tangan atau benda yang kotor, telur tersebut berkembang dan tumbuh menjadi cacing dewasa hidup dalam usus halus.

3. APAKAH TANDA TANDANYA SESEORANG MENDERITA ASCARIASIS?

Batuk dan demam, ini disebabkan adanya larva dalam alveolus paru (terjadi perdarahan)
Gangguan usus seperti mual, diare, nafsu makan kurang dan kadang kadang ileus, ini disebabkan adanya cacing dewasa dalam usus.

4. PENGOBATAN ASCARIASIS

Dengan obat cacing seperti piperasia, pirantil, pamoal, mebendazol, albendazol.

5. CARA MENDIAGNOSA

Pemeriksaan tinja secara langsung untuk menemukon telur cacing
Adanya cacing dewasa yang keluor sendiri melalui mulut atou hidung karena muntah, atau keluar bersama tinja.

6.BAGAIMANA MENCEGAH AGAR ORANG TIDAK TERJANGKIT ASCARIASIS?

a. Tinja harus dibuang di jamban yang memenuhi syarat, sehingga tinja tidak mencemari lingkungan.
b. Cuci tongan setelah buang air besar atau setelah membersihkan tinja (bayi dan anak anak), sebelum makan, menyuapi anak atau menyiapkan makanan
c. Menjaga kebersihon pribadi (hygiene perorangan) don kebersihan lingkungon, seperti mencuci tangan dengan air dan sabun setelah mengolah tanah, mengelola sompah, memakai pupuk tanaman
d. Menjaga kebersihan makanan

7. BAGAIMANA MENCEGAH PENYEBARAN PENYAKIT?

Memasang penghambat (blocking) lintasan/alur penyebaran penyakit (contamination route), dengan cara kombinasi antara sarana don perilaku.
1. Pembangunan sarana sanitasi (jamban) yang memenuhi syarat kesehatan dan sarana tempat cuci tangan
2. Cuci tangan dengan air dan sabun
3. Menjaga kebersihan makanan

III. NECATORIASIS/ANCYLOSTOMIASIS (PENYAKIT CACING TAMBANG)

1.PENGERTIAN PENYAKIT

Penyakit ini disebabkan oleh cacing necator americanus, oleh karena itu penyakitnya disebut Necatoriasis. Dan disebabkan oleh cacing Ancylostoma dusdenale, oleh karena itu penyakitnya disebut Ancylostomiasis.
Kedua porosit (cacing) tersebut diberi nama cacing tambang (hookworm) karena pada zaman dulu penyakit ini sering menjangkit pada pekerja taombang yang belum mempunyai fasilitas sanitasi yang memadai.

2.APAKAH PENYEBAB PENYAKIT TERSEBUT?

Penyebab penyakit cacing tambang adalah telur cacing necator americanus dan cacing ancylostoma dusdenale yang keluar dari tubuh manusia bersama tinja, kemudian tumbuh menjadi larva, kemudian masuk ke dalam tubuh manusia melalui menembus kulit manusia.

3.BAGAIMANA CARA PENULARANNYA?

Cacing dewasa hidup dalam usus halus. Cacing betina bertelur kira kira 9.000 10.000 butir per hari. Telur cacing keluar bersama tinja. Didalam tanah setelah 1 1,5 hari telur menetas menjadi larva rabditiform, kemudian setelah kira kira 3 hari berubah menjadi larva filariform dan dapat hidup selama 7 8 minggu dalam tanah.
Larva filariform ini yang masuk kedalam tubuh manusia melalui menembus kulit. Larva filariform ini mengalami perkembangan dalam tubuh manusia menjadi cacing dewasa dan hidup dalam usus halus.

4.GEJALA PENYAKIT

1. Bila banyak larva filariform menembus kulit, maka terjadi perubahan kulit disebut ground itch
2. Terjadi adenmia hipokrom mikrositer, cosinofilia. Tiap cacing Necator americanus menyebabkan kehilangan darah 0,005 0,1 cc sehari sedangkan Ancylostoma duodenale 0,08 0,34 cc sehari

5.PENGO8ATAN
Pirantil pamoat

6.CARA MENDIAGNOSIS

Menemukon telur cacing dalam tinja segar.
Dalam tinja lama dapat ditemukan larva.

7.PENYEBARAN PENYAKIT

Indsidens tinggi biasanya di daerah pedesaan, terutama daerah perkebunan (dapat mencapai infection rate 70%)
Tanah yong baik untuk pertumbuhan larva ialah tanah gembur (tanah pasir dan humus)

8.BAGAIMANA MENCEGAH PENYEBARAN PENYAKIT

Blocking contamination route dapat dilakukon kombinasi dengan cara pengobatan, pembangunan sarana don perilaku.
1. Pengobatan dengon obat kecacingan (pirantil pamoat).
2. Pembangunan sarana sanitasi (jamban) dan sarana tempat cuci tangan
3. Cuci tangan dengan air dan sabun
4. Kebiasaan buang kotoran di jamban yang memenuhi syarat

IV. TRICHURIASIS

1.PENGERTIAN PENYAKIT

Penyakit ini disebabkan oleh adanya cacing cambuk yaitu Trichuris trichiura yang hidup dalam kolom asendens dan sekum dengan bagian anteriornya yang seperti cambuk masuk kedalam mukosa usus.

2.APAKAH PENYEBAB PENYAKIT TRICHURIASIS?

Telur cacing Trichuris yang keluar bersama tinja yang tertelan melalui mulut.

3.BAGAIMANA CARA PENULARANNYA?

Cacing betina panjangnya 5 cm dan cacing jantan 4 cm. Seekor cacing betina mengeluarkan telur setiap hari antaora 3.000 10.000 butir. Telur keluar bersama tinja dan menjadi matang setelah 3 6 mingqu berada di tanah yong sesuai yaitu lembab dan teduh.
Cara infeksi yaitu telur tertelan melalui mulut dan masuk kedalam usus halus. Setelah dewasa cacing turun ke usus daerah kolon, terutama keun. Masa pertumbuhan mulai dari tertelan telur sampai menjadi cacing dewasa dapat bertelur membutuhkon waktu 30 90 hari.

4.APAKAH TANDA TANDA SESEORANG MENDERITA TRICHURIASIS?

Infeksi yang menahun dapat menunjukkan gejala diare, anemi, berat badan menurun dan dapat terjadi propolapsus rektum (karena mengejan sewaktu difekasi).
Infeksi trichuriasis sering disertai infeksi cacing lainnya.

5.CARA MENDIAGNOSIS
Dengan cara menemukan telur cacing didalam tinja.

6.PENGOBATAN
Dengan obat cacing mebendazal, albendazal daon oksantil pamoat.

7.PENYEBARAN PENYAKIT
Faktor yang mempengaruhi penyebaran penyakit ialah kontaminasi tanah dengan tinja, tanah lembab dan teduh dan suhu optimum 30 derajat celcius.
Pemakaian pupuk tinja untuk perkebunan.
Infection rate di Indonesia berkisar antara 30 90%.

8.BAGAIMANA MENCEGAH PENYEBARAN PENYAKIT

Blocking contamination route dapat dilakukon kombinasi kegiatan pengobatan untuk menurunkan sumber infeksi.
1. Pembangunan sarana serta perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.
2. Pengobatan penderita dengan mebendazal, albendazal doan oksantel pamoot.
3. Pembangunan jamban yong memenuhi syarat daon sarana tempat cuci tangan
4. Mencuci tangan dengan air dan sabun sesudah buang air besar dan sebelum makan
5. Mencuci denga baik sayuran yag dimakan mentah, terutama di daerah yang memakai pupuk tinja.

V. STRONGILODIASIS

1.PENGERTIAN PENYAKIT

Penyakit kecacingan ini disebabkan adanya cacing Strongiloides stercolaris sebagai parasit di dalam, usus duodenum don yeyunum. Cacing ini berbentuk filiform, halus, tidak berwarna daon panjangnya kira kira 2 mm.

2.APAKAH PENYEBAB PENYAKIT STRONGILODIASIS?

Penyebab penyakit ini adalah larva rabdiatiform yang keluar bersama tinja.

3.BAGAIMANA CARA PENULARANNYA?

Cara penularan penyakit ini ada 3 cara:

1. SIKLUS LANGSUNG
Larva roAbditiform yang keluar bersAma tinjA, setelah 2 3 hari dalam tanah berubah menjadi larva filariform.
Larva filariform masuk kedalam tubuh manusia melalui menembus kulit, masuk kedalam peredaran darah masuk ke jantung masuk ke paru, kemudion masuk ke trakea don laring terjadi refleks batuk sehingga tertelan masuk ke usus halus doan tumbuh menjadi dewasa.
2. SIKLUS TIDAK LANGSUNG
Larva rabditiform yang keluar bersama tinja, dan di dalam tanah tumbuh menjadi cacing dewasa. Cacing betina bertelur dan menetas menjadi larva robditiform. Dalam beberapa hari larva rabditiform tumbuh menjadi larva filariform.
Larva filariform dapat masuk kedalam tubuh manusia melalui menembus kulit. Larva rabditiform dapat mengulangi fase hidup bebas menjadi cacing dewasa di dalam tanah.
3. AUTOINFEKSI
Larva rabditiform yang tumbuh menjadi larva filariform dan hidup di usus atau daerah sekitar anus (perianal).
Larva filariform ini dapat menembus mukosa usus atau kulit perianal, sehingga terjadi autoinfeksi. Adanya autoinfeksi dapat menyebabkan penyakit strongilodiasis menahun

4.APAKAH GEJALA SESEORANG MENDERITA STRONGILOSIASIS?

• Timbul kelainan kulit (creeping eruption) disertai gatal gatal karena masuknya larva filariform menembus kulit.
• Rasa mual, muntah don diare, kadang kadang rasa sakit seperti tertusuk tusuk, hal ini disebabkon adanya cacing dewasa di dalam usus.

5.CARA MENDIAGNOSA

• Diagnosa klinis tidak pasti karena tidak menimbulkon gejala klinis yang nyata/spesifik.
• Menemukan larva robditiform dalam tinja segar atau dalam biakan. Biakan tinja dalam waktu 2X24 jam akan menghasilkan larva filariform dan cacing dewasa.

6.PENGOBATAN

• Albendazol 400 mg satu/dua sehari, selama 3 hari
• Mebendazol 100 mg tiga kali sehari selama 2 atau 4 minggu

7.PENYEBARAN PENYAKIT

Faktor faktor yang mempengaruhi penyebaran penyakit:
• Daerah yang panas, kelembaban tinggi, tanah yang gembur, berpasir dan humus
• Daerah yang sarana sanitasinya kurang baik
• Perilaku masyarakat yong kurang terhadap pola hidup bersih don sehat

8.CARA PENCEGAHANNYA

1. Pengobatan penderita untuk menurunkan/menghilangkan sumber infeksi
2. Pembangunan sarana jamban yang memenuhi syarat dan sarana tempat cuci tangan
3. Berdifikasi di jamban yang memenuhi syarat
4. Cuci tangan dengan air dan sabun, pemakaian alas kaki/sepatu, penyediaan air bersih yang cukup untuk jamban dan kamar mandi

VI. TINJAUAN PENYAKIT MALARIA

1. Penyakit Malaria den penyebarannya

Malaria adalah penyakit menular yang penularannya dilakukan oleh nyamuk anopheles. Sebetuilya malaria merupakan penyakit yong dapat dicegah jika pengendalian vektor nyamuk dilakukan secara efektif dan efisien selain itu penyakit ini juga dapat disembuhkan jika dilakukon diagnosa tepat dan pengobatan yong memadai.

Penularan terjadi saeat nyamuk menggigit penderita malaria dan kemudian menggigit orang yang sehat dan selanjutnya orang yang sehat tersebut menjadi sakit. Itulah sebabnya penularan penyakit ini membutuhkan adanya penderita malaria dan keberadaan nyamuk anopheles itu sendiri.

Diagram berikut ini memperlihatkan alur yong biasa dilakukan nyamuk anopheles dalam menyebarkan malaria, yaitu dimulai dari tempat perindukan nyamuk (tempat bertelur), nyamuk mencari darah dengan menggigit penderita malaria, nyamuk beristirahat (hinggap di dalam rumah) kemudion nyamuk menggigit orang sehat don orang ini menjadi sakit.

Alur Penularan Penyakit Malaria

2.Apakah penyebab malaria ?

Malaria biasanya dibawa oleh nyamuk yang disebut nyamuk Anopheles sebagai vector pembawa dan penyebar penyakit. Sebetulnya yang disebarkan nyamuk itu adalah penyebab penyakit malaria yang disebut parasit. Parosit hidup dan berkembang biak dalam tubuh nyamuk don saat nyamuk menggigit untuk mendapatkon darah manusia/hewan maka parasit yang berada dalam saluran ludah nyamuk ikut berpindah ke dalam aliran darah manusia/hewan.

3.Mengapa malaria dianggap penyakit berbahaya

Penyakit ini sangat berbahaya karena bisa membunuh apabila penderita tidak secepatnya mendapatkan pertolongan selayaknya. Parasit malaria di dalam tubuh manusia memperbanyak diri di dalam hati, kemudian memasuki pembuluh darah dan merusak sel sel darah merah, sehingga penderita yang tidak cepat mendapatkan pertolongan dapat membahayakan jiwanya. Karena penyakit malaria dapat membunuh.

4.Apakah tanda tandanya seseorang menderita penyakit malaria?

Malaria dapat dikenali dari gejala awainya seperti demam, menggigil, berkeringat, mual-mual, dan sakit kepala. Apabila hal ini terjadi, segera mencari pertolongan pengobatan.

5.Apa yang dilakukan terhadap penderita malaria?

Begitu gejala ditemukan, segera pergi ke klinik/puskesmas terdekat untuk mendapatkan obat anti malaria.

6.Bagaimana mencegah agar orang tidak terjangkit malaria?

1) Melakukan pemberantasan sarang nyamuk (biasanya di genangan air sekitar rumah, selokan, danau, kanal, saluran irigasi yang tidak terpelihara, sawah, danau).
2) Membunuh nyamuk.
3) Membunuh jentik nyamuk.
4) Menghindari gigitan nyamuk (tidur memakai kelambu, memakai baju lengan panjang dan celana/gaun panjang bila keluar rumah pada malam hari, mengurangi frekuensi keluar malam).
5) Mengurangi/meniadakon tempat nyamuk beristirchat (merapikon gantungon baju, membersihkan semak semok sekitor rumah).
6) Memasukkan sinar matahari ke dalam rumah sebanyak mungkin untuk mengurangi kelembaban dan kegelapan dalam rumah di siang hari.
7) Mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah (memasang kawat/plastik kasa pada semua lubang angin),dll.

7.Pencegahan penyebaran

Upaya yong dapat dilakukan untuk mencegah berlangsungnya penyebaran penyakit malaria adalah dengan memasang penghambat pada alur penyebaran malaria dan penyebabnya. Pencegahan dan penyebaran adalah kombinasi antara kebersihan lingkungan dengan perilaku.

Berikut ini diberikan tiga perilaku terpenting yang bisa menurunkan dengan cepat jumlah kasus kejangkitan penyakit malaria:

- Pemberantasan sarang nyamuk, terutama kerja bakti rutin untuk menimbun genangan air di sekitar rumah, baik di selokan maupun kubangan;
– Meniadakan tempat peristirahatan nyamuk, diusahakan tidak ada baju baju yang digantung dan juga membersihkan semak semak di sekitar rumah:
– Menghindari gigitan nyamuk, baik di dalam rumah dengan memakai kelambu saat tidur maoupun memakai baju tertutup saat keluar rumah pada malam hari. Sebaiknya frekuensi keluar rumah di malam hari dikurangi.

8.Bagaimana caranya meningkatkan kesadaran akan hidup sehat

Kesadaran aken hidup sehat akan muncul jika orang dapat menjelaskan bagaimana penyakit terbawa masuk ke dalam lingkungan mereka melalui perilaku hidup mereka sendiri. Panduan ini dibuat berdasarkaon asas bahwa orang dapat dan harus mengerti bagaimana cara penularan penyakit malaria, dan pengertioan ini seloanjutnya akan memberi inspirasi kepada mereka untuk merubah perilaku.
Jika masyarakat sudah mengerti bagaimana terjadinya proses penularan, masyarakat sendiri akan mengetahui caranya memasang hambatan pada lintasannya. Baik di dalam rumah tangga sendiri maupun di dalam masyarakat, mereka akan mulai mempertimbangkan manfaat dan mudarat atas pemasangan hambatan tersebut. Seberapa besarkah biaya (uang maupun waktu) yang harus dikeluarkan untuk itu? Akan bermanfaatkah tindakan itu? Apakah tindakan itu pantas dilaksanakan? Tiga kegiatan dalam panduan ini dirancang untuk membentuk pemahaman ini, yakni Perilaku yang baik dan kurang baik terhadap kesehatan yang membantu orang untuk meninjau kebiasaan kebiasaan mereka pada saat ini, sedangkan Bagaimana terjadinya penyebaran penyakit dan menghambat penyebaran penyakit membantu mereka untuk memahami bagaimana proses terjadinya penyebaran dan bagaimana caranya menghambatnya.
Asas lain adalah pengembangan kebijaksanaan masyarakat untuk membuat mereka bersedia mengevaluasi perilaku kesehatan mereka pada saat ini serta sarana sarana apa yang mereka pergunakan sehubungan dengan perilaku tersebut dan kesediaoan ini pada akhirnya diarahkan menuju kemauan untuk sedikit demi sedikit merubah perilaku yang dianggap kurang baik.

Caranya adalah dengan melakukan perubahan setapak demi setapak, dan menjaga agar tidak buru buru maju ke langkah berikutnya. Sebelum yang langkah awal selesai (dan terjamin kesinambungannya). Kegiatan pemilihan perbaikan sanitasi memberikan gambaran kepada anda bagaimana proses penentuan lang kah langkah dalam perubahan perilaku hidup bersih don sehat.

Melalui metode partisipasif dan pemahaman yang lebih luas tentang kaitan antara kesehatan dan kesejahteraan dan pengembangan masyarakat, suatu komunitas akan menjadi demikian terpanggilnya untuk melaksanakan suatu rencana perbaikon terhadap situasi kesehaton lingkungannya.

VII. PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

1. Penyakit Demam Berdarah Dengue dan cara penularannya

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan Masyarakat di Indonesia yang cenderung meningkat jumlah penderitanya serta semakin meluas penyebarannya sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk.

Penyakit ini sering menimbulkan kekhawatiran mosyarakat karena perjalanan penyakitnya cepat dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu yong singkat serta dapat menimbulkan kejadian luar biasa.

Penyakit DBb ini ditularkan oleh nyamuk Aedes yakni Aedes aeqypti (penular yang utama) dan Aedes albopictus/nyamuk kebun (penular sekunder). Umur nyamuk berkisar dari 2 minggu sampai 3 bulan yang tergantung pada kondisi lingkungan. Kemampuan terbang nyamuk 40-100 meter.

Tempat berkembang biak nyamuk Aedes ini adalah : tempat penampungan air (TPA) buatan manusia baik di luar maupun di dalam rumah seperti bak mandi, bak WC, tempayan, drum, tempat minum burung, pot tanaman, vas bunga, ban bekas, kaleng bekas, plastik bekas dan sebagainya. Selain itu juga dapat berkembang biak di lingkungan alami seperti: lubang pohon, pelepah daun yang dapat menampung air hujan dan sebagainya.

Siklus hidup nyamuk Aedes aegypti telur jentik kepompong nyamuk. Stadium telur, jentik dan kepompong hidup dalam air. Pada umumnya telur akan menetas menjadi jentik dalam waktu  2 hari setelah telur terendam dalam air. Stadium jentik berlangsung 6 8 hari, stadium kepompong (pupa) antara 2 4 hari. Pertumbuhan dari telur menjadi nyamuk dewasa 9 14 hari.

Bila penderita digigit nyamuk penular virus dalam darah akan ikut terisap masuk ke dalam lambung nyamuk. Selanjutnya virus memperbanyak diri dan tersebar di berbagai joaringan tubuh nyamuk termasuk di dalom kelenjar liurnya. 1 minggu setelah mengisap darah penderita nyamuk siap untuk menularkan kepada orang lain. Virus akan tetap berada dalam tubuh nyamuk sepanjang hidupnya, sehingga nyamuk tersebut akan menjadi penular sepanjang hidupnya. Penularan terjadi karena setiap kali nyamuk menggigit, sebelum menghisap darah akan mengeluarkon air liur melalui saluran alat tusuknya, agar darah yang diisap tidak membeku, bersama air liur inilah virus dengue dipindahkan dari nyamuk ke orang lain.

Penularan penyakit DBD dapat terjadi di semua tempat yong terdapat nyamuk penularannya. Lokasi / tempat yang potensial untuk terjadi penularan DBD adalah : 1) Wilayah yang banyak kasus DBD / daerah rawan atau endemis; 2) Tempat tempat umum antara lain : Sekolah, Rumah Sakit, Puskesmas, Hotel, dsb; 3). Permukiman baru.

Sebagaimana diketahui bahwa cara pencegahan/pemberantasan penyakit ini adalah dengan memberantas nyamuk penularnya (Aedes aegypti) dan jentik nyamuk Aades aegypti karena vaksin untuk mencegah dan obat untuk membasmi virusnya belum ada. Oleh karena itu salah satu kebijakan pelaksanaan pemberantasan DBD adaclah memprioritaskan kepada upaya mencegah penyebaran/penularan penyakit DBD melalui penyuluhan dan penggerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) tanpa mengabaikan tindakan kewaspadaan dini untuk mencegah Kejadian Luar Biasa DBD.

Pemberantason terhadap nyamuk penular DBD dengan melakukan fogging/ penyemprotan, yong dilaksanakan guna menghambat penyebaran penyakit. Fogging dilakukan pada kegiatan Fogging Fokus dan Kejadian Luar Binsa (KLB). Sedangkan pemberantasan terhadap jentiknya dilakukan dengan Pemberantasan Sarong Nyamuk (PSN) melalui Gerakan 3 M yakni : 1) Menguras tempat penampungon air (TPA) seminggu sekali; 2) Menutup TPA dan 3) Mengubur barang barang bekas yang dapat menampung air misal : kaleng, ban bekas, wadah plastik dsb.

2. Mengapa Demam Berdarah Dengue dianggap penyakit berbahaya?

Penyakit DBD dapat menyerang semua umur dan semua orang, sampai saat ini penyakit DBD lebih banyak menyerang anak anak, tetapi dalam dekade terakhir terlihat adanya kecenderungan kenaikan penderita pada orang dewasa. Dapat menimbulkan kematian apabila tidak cepat ditangani dengan tepat.

3.Apakah penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue?

Penyebab penyakit DBD adalah Virus Dengue. Ada 4 serotype virus dengue yakni DEN 1, DEN 2, DEN 3, dan DEN 4. Di Indonesia serotype DEN 3 merupakan serotype yang paling banyak ditemukan dan sangat berhubungan dengan kasus berat.

Seseorang yang didalam darahnya mengandung virus dengue merupakan sumber penularan penyakit demam berdarah dengue. Virus dengue berada dalam darah selama 4 7 hari mulai 1 2 hari sebelum demam. Masa inkubasi penyakit DBD diperkirakan ± 7 hari.

4.Apa tanda tanda seseorang menderita penyakit Demam Berdarah Dengue?

Beberapa tanda seseorang yang terinfeksi virus dengue :
1) Mendadak panas tinggi selama 2 7 hari , tampak lemah & lesu,
2) Bintik bintik merah pada kulit, seperti gigitan nyamuk,
3) Kadang kadang, perdarahan di hidung,
4) Kadang kadang berak/muntah darah,
5) Kadang kadang nyeri ulu hati,
6) Bila sudah parah, ujung tangan dan kaki dingin berkeringat, masuk ke dalam keadaan syok

5.Apa yang dilakukan terhadap penderita Demam Berdarah Danque?

1) Beri minum sebanyak banyaknya (air putih, susu, teh dan lain lain)
2) Berikan kompres air dingin/panas,
3) Berikan obat penurun panas (parasetamol)
4) Segera dibawa ke sarana kesehatan, dokter atau petugas kesehatan lainnya.

6.Bagaimana mencegah agar tidak terjangkit Demam Berdarah Denque?

Menguras bak-bak mandi minimal 1 minggu sekali
Menutup rapat tempat penampungon air
Mengganti air vas bunga/tanaman air 1 minggu sekali
Mengganti tempat air minum burung
Menimbun barang bekas yang dapat menampung air
Menaburkan bubuk abate/altosid pada tempat penampungaon air
Memelihara ikan di tempat penampungan air
Menghindari gigitan nyamuk dengan kelambu; repellant pakaian pelindung seperti lengan panjang;
Membunuh nyamuk dengan obat nyamuk semprot; obat nyamuk bakar; obat nyamuk elektrik; dan obat nyamuk koil.

7.Apa yang harus diwaspadai terhadap kemungkinan penularan?

5) Bila musim hujan penyakit DBD sering timbul karena banyak benda diluar rumah yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti
1) Bila ditemukan jentik Aedes aegypti ditempat penampungan air
2) Bila ada rumah kosong (tidak dihuni) seringkali merupakan tempat bersarangnya nyamuk Aedes aegypti
3) Bila ada warga yang sakit DBD karena dapat menular kepada orang lain

8.Apa yang dilakukan tokoh masyarakat/kader dalam mencegah demam berdarah dengue?

4) Memberikan informasi dan penyuluhan kepada warga tentang penyakit ini
5) Membentuk kelompok kegiatan 3 M (menutup, menimbun dan mengubur) di sekitaor tempat tinggalnya
6) Mengajak masyarakat untuk melakukan kerja bakti dilingkungannya secora berkala
7) Menggerakkan kelompok dasa wisma untuk melaksanakan kunjungan rumah secara berkala untuk memeriksa jentik Aedes aegypti

VIII. TINJAUAN PENYAKIT TBC

1. Penyakit TBC dan penyebarannya

Tuberkulosis (TBC) adalah suatu penyakit menular yang sebagian besar disebabkan oleh kuman TBC (Mycobacterium Tuberchulosis). Kuman tersebut biasanya masuk ke dalam tubuh manusia melalui udara pernafasan ke dalam paru paru. Kemudian kuman tersebut menyebar dari paru ke bagian tubuh lain melalui sistem peredaran darah, sistem saluran limfe melalui saluran nafas (bronchus) atau penyebaran langsung ke bagian-bagian tubuh lainnya

TBC bukan penyakit keturunan, tapi penyakit yang disebabkan oleh kuman. TBC dapat ditularkan dari orang ke orang lain. Namun tidak semua penderita TBC berpotensi menularkan penyakit pada orang lain.

Banyak faktor yang berperan dalam penularan penyakit TBC. Ada penderita dengan jumlah basil tuberkulosis yang sangat banyak di dalam paru parunya, bahkan sampai jutaan. Tetapi ada juga penderita dengan jumlah basil relatif sedikit, bahkan pada pemeriksaan pembiakan tidak ditemukan basil tersebut. Hal ini bukan berarti tidak ade basil tuberkulosis di dalam poru paru penderita tersebut. Basil tetap ada, namun karena jumlahnya yang sedikit sehingga tidak terdeteksi pada pemeriksaan laboratorium. Jika jumlah basil sedikit, maka kemungkinan penularan lebih kecil.

2.Apakah Kuman Tuberkulosis?

Kuman Tuberkulosis berbentuk batang, mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan. Oleh karena itu disebut pula sebagai Basil Tahan Asam (BTA). Kuman TBC cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapot bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh kuman ini dapat tertidur lama selama beberapa tahun.

3.Cara Penularan

1) Sumber penularan adalah dahak penderita TBC yang di dalamnya mengandung kuman TBC
2) Jika dalam dahak seseorang ditemukan kuman TBC, berarti orang tersebut pasti menderita penyakit TBC yang sangat menular.
3) Penularan penyakit TBC terjadi dari orang ke orang lain bukan melalui serangga, transfusi darah, air susu ibu ataupun melalui alat makan minum penderita
4) Pada waktu batuk atau bersin, penderita menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk droplet (percikan dahak). Droplet mengandung kuman dapat bertahan di udara pada suhu kamar selama beberapa jam.
5) Penularan terjadi jika seseorang menghirup udara yang mengandung kuman TBC.
6) TBC dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki laki, perempuan, miskin, kaya), meskipun golongan darahnya berbeda dengan penderita.

4.Mengapa TBC dianggap penyakit berbahaya ?

Penyakit TBC sangat berbahaya karena kuman TBC dalam tubuh sulit untuk diobati. Bila penderita tidak tuntas minum obat, TBC bisa menyebabkan penyakit TBC yang menahun karena kuman TBC akan menjadi kebal akibat pengobaton yang tidak tuntas. Pada anak anak mengidap penyakit TBC yang menahun dapat menyebabkan kecacatan fisik, sekaligus dapat menyebabkan kematian baik pada anak-anak maupun pada orang dewasa.

5.Apakah tanda tandanya seseorang menderita penyakit TBC ?

1) Gejala Utama

Batuk terus-menerus dan berdahak selama 3 (tiga) minggu atau lebih

2) Gejala Umum TBC pada anak

 Berat badan turun selama 3 bulan berturut turut tanpa sebab yang jelas dan tidak naik dalam 1 bulan meskipun dengan penanganan gizi yang baik
 Nafsu makan tidak ada dengan gagal tumbuh den berat badan tidak naik
 Demam lama/berulang tanpa sebab yang jelas (bukan tipus, malaria, atau infeksi saluran nafas akut), dapaot disertai keringat malam.
 Batuk lama lebih dari 30 hari, tanda cairan di dada dan nyeri dada
 Diare berulang yang tidak sembuh dengan pengobatan diare, benjolan di abdomen, dan tanda cairan dalam abdomen

3) Gejala tambahan yang sering dijumpai

 Dahak bercampur darah
 Batuk darah
 Sesak nafas dan rasa nyeri dada
 Badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan turun, rasa kurang enak badan (malaise), berkeringat malam walaupun tanpa kegiatan, demam meriang lebih dari sebulan.

6.Apa yang dilakukan terhadap penderita TBC?

Penting diperhatikan bahwa bila pada anak dijumpai gejala di atas, dan gejala berupa kejang, kesadaran menurun, kaku kuduk, benjolan di punggung, maka ini tanda tanda bahaya. Anak tersebut harus segera dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat, baik Pustu, Puskesmas, dan Rumah Sakit.

7.Bagaimana pengobatan penderita TBC?

1) Pengobatan penderita diberikan sesuai dengan anjuran petugas kesehatan.
2) Pengobetan dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap awal dan lanjutan
3) Padoa tahap awal, satu papan obat (blister) diminum sekaligus setiap hari. Lama pengobatan tahap awal diberikan 2 atou 3 bulan tergantung berat ringannya penyakit.
4) Pada tahap lanjutan, satu papan obat diminum sekaligus 3 kali seminggu. Lama pengobatan tergantung berat ringannya penyakit.
8.Kemana penderita bisa berobat?

1) Puskesmas
2) Balai Pengobatan Penyakit Paru paru (BP4)
3) Rumah sakit
4) Klinik dan dokter praktek swasta

9.Apa akibat minum obat tidak teratur dan tidak tuntas?

1) Tidak sembuh atau menjadi lebih berat penyakitnya bahkan mengakibatkan kematian.
2) Sukar diobati karena kemungkinan kuman kebal sehinggadiperlukan obat yang lebih ampuh dan mahal harganya.
3) Obat untuk kuman yong kebal tidak tersedia di semua fasilitas kesehatan.
4) Menularkan kuman yang sudah kebal obat kepada orang lain.

10.Bagaimana mencegah penyebaran penyakit TBC?

5) Penderita TBC segera diobati sampai sembuh supaya tidak menjadi sumber penularan.
6) Menutup mulut pada waktu batuk dan bersin dengan sapu tangan atau tisu.
7) Tidur terpisah dari keluarga terutama pada 2 minggu pertama pengobatan.
8) Penderita TBC tidak meludah disembarang tempat, tetapi di wadah yong diberi air sabun atau lisol kemudian dibuang dalam lobang dan ditimbun dengan tanah.
9) Menjemur alat tidur secara teratur pada pagi hari.
10) Membuka jendela pada pagi hari agar rumah mendapat udara bersih dan cahaya matahari yang cukup sehingga kuman TBC yang tertinggal di rumah mati.

11.Tindakan apa yang harus dilakukan agar tidak tertular sakit TBC?

1) Jalankan pola dan perilaku hidup sehat dan bersih, karena setiap saat kuman TSC ada di antara kita.
2) Khusus untuk anak diupayakan gizi yang cukup
3) Kesehatan lingkungan perumahan, terutama ventilasi, cahaya, dan kelembaban yang memenuhi syarat.
4) Segera periksa ke sarana pelayanan kesehatan terdekat bila timbul batuk lebih dari 3 minggu.

12.Bagaimana menjalankan pola hidup sehat

1) Meningkatkan daya tahan tubuh, antara lain dengan makan makanan bergizi
2) Tidur istirahat yang cukup
3) Tidak merokok dan tidak minum minuman yang mengandung alkohol
4) Membuka jendela dan mengusahakan sinar matahari masuk ke ruang tidur dan ruangan ruangan lain
5) Bayi agar diberi imunisasi BCG

13.Pengobatan pencegahan pada anak

Semua anak yang tinggal serumah dan kontak langsung dengan penderita TBC berisiko besar untuk terinfeksi, infeksi pada anak ini dapat berlanjut menjadi penyakit tuberkulosis. Oleh karena itu pada anak, terutama balita yaong tinggal serumah atau kontak erat dengan penderita TBC secara dini perlu dilakukan pemeriksaoan untuk mencegah agar penyakit tidak menular.

CARA PENULARAN DAN PENCEGAHAN
PENYAKIT YANG PENULARANNYA
BERKAITAN DENGAN AIR DAN LINGKUNGAN

BAB I. PENDAHULUAN

Di Indonesia terutama di daerah pedesaan penyakit yang penularannya berkaitan dengan air dan lingkungan masih merupakan masalah bagi masyarakat, sering merupakan penyakit endemis di suatu wilayah dan kadang-kadang timbul sebagai letusan penyakit dan bahkan dapat menimbulkan wabah penyakit.

Pada umumnya masyarakat belum menyadari bahwa penularan penyakit dipengaruhi dua faktor penting yaitu perilaku dan kondisi lingkungan masyarakat sendiri. Masyarakat belum mengerti akan hubungan antara kesehatan dengan perilaku dan kondisi lingkungan. Di daerah pedesaan masih banyak masyarakat yang mempunyai perilaku buang air besar di tempat terbuka, menggunakan air dari sarana yang tidak memenuhi syarat kesehatan misalnya menggunakan air dari sungai untuk minum dan masak.

Dengan melakukan perilaku praktis sehari-hari, misalnya cuci tangan dengan benar, yaitu dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir serta kapan mereka harus cuci tangan, merubah kebiasaan buang air besar di tempat terbuka menjadi perilaku buang air besar di jamban, menjaga kualitas air dan mencegah terjadinya pencemaran air, mulai dari sumber air, cara pengambilan air, cara pengangktan air, cara penyimpanan air, sehingga masyarakat dapat menggunakan air secara hygienis, sudah dapat mencegah terjadinya penularan penyakit. Perilaku praktis tersebut yang belum membudaya di masyarakat.

BAB II. KONSEP DASAR PENTING PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TENTANG CARA PENCEGAHAN PENYAKIT.

1. Masyarakat Memahami Penyakit yang menjadi Masalah.
Kesadaran masyarakat akan timbul tentang masalah penyakit apabila masyarakat mendiskusikan penyakit yang seing mereka derita, yaitu siapa atau anggota keluarga yang sering menderita penyakit, jenis penyakit apa yang sering di derita, dan kemana biasaya mencari pertolongan pengobatan.
Hampir semua penyakit yang penularnnya berkaitan dengan air dan lingkungan, kuman keluar dari tubuh manusia melalui tinja kemudian kuman tersebut masuk kedalam tubuh manusia melalui mulut.

2. Masyarakat dapat Mengidentifikasi Faktor-Faktor yang menyebabkan terjadinya Penyebaran Penyakit di Wilayah Mereka.
Penyakit menular terjadi karena ada alur lingkaran dari tiga faktor utama yaitu penyebab penyakit [agent], lingkungan yang merupakan perantara antara penyebab penyakit dengan orang yang ditulari, dan orang yang akan ditulari penyakit. i
Penyebab penyakit berasal dari sumber penyakit yaitu para penderita penyakit yang dalam tubuhnya mengandung kuman penyakit. Kuman penyakit tersebut keluar dari tubuh manusia melalui pintu keluar misal bersama tinja.
Kuman penyakit yang keluar bersama tinja, karena perilaku masyarakat buang air besar di tempat terbuka, akhirnya mencemari lingkungan misalnya air pada sarana air bersih. Apabila air tersebut diminum oleh seseorang, maka melalui air tesebut bibit penyakit masuk ke dalam tubuh manusia, dan mengakibatkan timbulnya penyakit.

3.Masyarakat memahami bagaimana Cara Menghambat Alur Penularan Penyakit.
Untuk membantu masyarakat dapat memilih opsi kegiatan tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan untuk menghambat agar tidak terjadi penularan penyakit, dengan cara :
 Bagaimana merubah perilaku buruk yang selama ini dilakukan menjadi perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat dilakukan setiap hari.
 Sarana apa yang harus dibuat sendiri oleh masyarakat untuk membantu agar dapat melakukan perilaku hidup bersih dan sehat [misal meyediakan tempat cuci tangan, membuat jamban sederhana dll].
 Sebagai contoh untuk menghambat alur penularan penyakit diare, dapat dilakukan melalui melaksanakan emapt kunci perilaku hidup bersih dan sehat, yaitu merubah perilaku buang air besar di tempat terbuka menjadi di jamban, merubah perilaku pembuangan tinja bayi dan balita di tempat terbuka menjadi di jamban, cuci tangan dengan benar serta meningktkan kualitas airdan mencegah terjadinya pencemaran air.

4.Metoda PHAST [Participatory Hygine and Sanitation Tranformation].
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlunya melakukan tindakan-tindakan yang harus dilakukan oleh masyarakat sendiri dalam rangka mencegah terjadinya penularan penyait, dilaksanakan dengan metoda PHAST.
Dengan menggunakan metoda PHAST, dapat meningkatkan :
 Partisipasi masyarakat [mendorong setiap individu dalam proses diskusi tanpa memandang usia, jenis kelamin, kelas sosial dan latar belakang pendidikan], mendorong keikut sertaan perempuan, dan saling belajar antara sesama anggota masyarakat.
 Pemberdayaan masyarakat [menambah rasa percaya diri dan rasa tanggung jawab, mudah dilakukan dan sasana menyenangkan].
 Perubahan perilaku, yaitu memperbaiki dan merubah perilaku buruk yang beresiko terhadap kesehatan menjadi memperbaiki dan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. Dalam rangka mendorong usaha pencegahan penyakit.
 Mendorong masyarakat untuk mengelola dan menggunakan sarana lingkungan dengan baik [sarana air bersih dan sarana sanitasi].
 Meningkatkan pengetahuan tentang hubungan perilaku dan lingkungan dengan status kesehatan.
 Meningkatkan kemandirian masyarakat akan melaksanakan pengelolaan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, serta pengelolaan sarana kesehatan lingkungan khususnya sarana air bersih dan sarana sanitasi.

BAB III.
PENGERTIAN, GEJALA, CARA PENULARAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT.

VI. PENYAKIT DIARE

1. Penyakit diare dan penyebarannya

Diare biasanya disebabkan oleh makanan atau minuman yang tercemar kuman yang berasal dari tinja. Anak kecil bisa mencret setelah disuapi makanan dengan tangan yang kotor, atau setelah memasukkon barang yang kotor kedalam mulutnya. Diagram pada halaman … memperlihatkan lintason yong biasa dilalui kuman diare hingga mencapai manusia : lewat jori (fingers), lalat/serangga (flies), ladang/kebun (fields), makanan (food) atau langsung ke mulut.

2. Apakah penyebab diare?

 Kuman yang terdapat dalam tinja masuk kedalam mulut
 Kuman kuman tersebut dapat disebarkan melalui makanan dan oleh tangan atau benda yong kotor
 Contohnya, anak anak akan terserang penyakit diacre jika ibunya memberinya makanan dengan tangan yang kotor atau kukunyo tidak dibersihkan
 Cacar air dan beberapa jenis penyakit lainnya

3. Mengapa diare dianggap penyakit berbahaya?

 Diare mengakibatkan anak anak dan orang dewasa kehilangaon terlalu banyak cairan tubuh dan pada akhirnya mengakibatkan kemation.
 Diare jika bisa mengakibatkan masalah kekurangan gizi menjadi semakin parah karena ;
– Gizi makanan terbuang dari dalam tubuh
– Gizi dipakai untuk menyembuhkon jaringan yong rusak sehingga proses pertumbuhan menjadi terhambat
– Biasanya para Ibu tidak memberi makanan kalau anaknya sedang menderita diare

4. Apakah tanda tandanya seseorang menderita penyakit diare?

 Jika seseorang sedang terkena diare maka tinjanya lebih cair dari biasanya dan terkadang juga mengandung darah
 Dalm waktu 24 jam seseorang paling tidak tiga kali buang air

5. Apa yang dilakukan terhadap orang diare?

a. Penderita diberi minum yang banyak
Beri salah satu dari minuman berikut :
– ASI
– Oralit
– Air bersih (telah dimasak)
– Kuah sup, air tajin, yoghurt
– Sari buah, teh encer, air kelapa
b. Beri makon
c. Minta bantuan tenaga medis, jika gejala tidak berkurang

6. Bagaimana mencegah agar orang tidak terjangkit diare?

d. Tinja harus dibuang di tempat yang amon, terutama kotoran dari mereka yang terkena gejala diare
e. Cuci tongon setelah buong air besar atau membersihkan tinjao, sebelum makon, Menyuapi anak, atau menyiapkan makanan
f. Menjaga agar air minum terbebas dari kontaminasi bahan bahan tinja, baik di rumah aaupun di sumbernya.

VII. ASCARIASIS

1. APAKAH PENYEBAB ASCARIASIS?

Telur cacing Ascaris lumbricoides yang terdapat dalam tinja manusia kemudian tertelan masuk kedalam mulut.

2. BAGAIMANA CARA PENULARANNYA?

• Cacing jantan berukuran 10 30 cm don cacing betina berukuran 22 35 cm hidup dalam rongga usus manusia (manusia merupakan satu satunya hospes cacing Ascaris lumbricoides)
• Seekor cacing betina bertelur sebanyak 100.000 200.000 butir sehari
• Telur cacing keluar dari tubuh manusia bersama tinja
• Telur tersebut didalam tanah menjadi infektif memerlukan waktu kurang lebih 3 minggu
• Apabila telur infektif tersebut tertelan (masuk mulut) melalui makanan, dan oleh tangan atau benda yang kotor, telur tersebut berkembang dan tumbuh menjadi cacing dewasa hidup dalam usus halus.

3. APAKAH TANDA TANDANYA SESEORANG MENDERITA ASCARIASIS?

Batuk dan demam, ini disebabkan adanya larva dalam alveolus paru (terjadi perdarahan)
Gangguan usus seperti mual, diare, nafsu makan kurang dan kadang kadang ileus, ini disebabkan adanya cacing dewasa dalam usus.

4. PENGOBATAN ASCARIASIS

Dengan obat cacing seperti piperasia, pirantil, pamoal, mebendazol, albendazol.

5.BAGAIMANA MENCEGAH AGAR ORANG TIDAK TERJANGKIT ASCARIASIS?

-Tinja harus dibuang di jamban yang memenuhi syarat, sehingga tinja tidak mencemari lingkungan.
-Cuci tongan setelah buang air besar atau setelah membersihkan tinja (bayi dan anak anak), sebelum makan, menyuapi anak atau menyiapkan makanan

-Menjaga kebersihon pribadi (hygiene perorangan) don kebersihan lingkungon, seperti mencuci tangan dengan air dan sabun setelah mengolah tanah, mengelola sompah, memakai pupuk tanaman
-Menjaga kebersihan makanan

7. BAGAIMANA MENCEGAH PENYEBARAN PENYAKIT?

Memasang penghambat (blocking) lintasan/alur penyebaran penyakit (contamination route), dengan cara kombinasi antara sarana don perilaku.
4. Pembangunan sarana sanitasi (jamban) yang memenuhi syarat kesehatan dan sarana tempat cuci tangan
5. Cuci tangan dengan air dan sabun
6. Menjaga kebersihan makanan

TINJAUAN PENYAKIT MALARIA

1. Penyakit Malaria den penyebarannya

Malaria adalah penyakit menular yang penularannya dilakukan oleh nyamuk anopheles. Sebetuilya malaria merupakan penyakit yong dapat dicegah jika pengendalian vektor nyamuk dilakukan secara efektif dan efisien selain itu penyakit ini juga dapat disembuhkan jika dilakukon diagnosa tepat dan pengobatan yong memadai.

Penularan terjadi saeat nyamuk menggigit penderita malaria dan kemudian menggigit orang yang sehat dan selanjutnya orang yang sehat tersebut menjadi sakit. Itulah sebabnya penularan penyakit ini membutuhkan adanya penderita malaria dan keberadaan nyamuk anopheles itu sendiri.

2.Apakah penyebab malaria ?

Malaria biasanya dibawa oleh nyamuk yang disebut nyamuk Anopheles sebagai vector pembawa dan penyebar penyakit. Sebetulnya yang disebarkan nyamuk itu adalah penyebab penyakit malaria yang disebut parasit. Parosit hidup dan berkembang biak dalam tubuh nyamuk don saat nyamuk menggigit untuk mendapatkon darah manusia/hewan maka parasit yang berada dalam saluran ludah nyamuk ikut berpindah ke dalam aliran darah manusia/hewan.

3.Mengapa malaria dianggap penyakit berbahaya

Penyakit ini sangat berbahaya karena bisa membunuh apabila penderita tidak secepatnya mendapatkan pertolongan selayaknya. Parasit malaria di dalam tubuh manusia memperbanyak diri di dalam hati, kemudian memasuki pembuluh darah dan merusak sel sel darah merah, sehingga penderita yang tidak cepat mendapatkan pertolongan dapat membahayakan jiwanya. Karena penyakit malaria dapat membunuh.

4.Apakah tanda tandanya seseorang menderita penyakit malaria?

Malaria dapat dikenali dari gejala awainya seperti demam, menggigil, berkeringat, mual-mual, dan sakit kepala. Apabila hal ini terjadi, segera mencari pertolongan pengobatan.

5.Apa yang dilakukan terhadap penderita malaria?

Begitu gejala ditemukan, segera pergi ke klinik/puskesmas terdekat untuk mendapatkan obat anti malaria.

6.Bagaimana mencegah agar orang tidak terjangkit malaria?

1) Melakukan pemberantasan sarang nyamuk (biasanya di genangan air sekitar rumah, selokan, danau, kanal, saluran irigasi yang tidak terpelihara, sawah, danau).
2) Membunuh nyamuk.
3) Membunuh jentik nyamuk.
4) Menghindari gigitan nyamuk (tidur memakai kelambu, memakai baju lengan panjang dan celana/gaun panjang bila keluar rumah pada malam hari, mengurangi frekuensi keluar malam).
5) Mengurangi/meniadakon tempat nyamuk beristirchat (merapikon gantungon baju, membersihkan semak semok sekitor rumah).
6) Memasukkan sinar matahari ke dalam rumah sebanyak mungkin untuk mengurangi kelembaban dan kegelapan dalam rumah di siang hari.
7) Mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah (memasang kawat/plastik kasa pada semua lubang angin),dll.

7.Pencegahan penyebaran

Upaya yong dapat dilakukan untuk mencegah berlangsungnya penyebaran penyakit malaria adalah dengan memasang penghambat pada alur penyebaran malaria dan penyebabnya. Pencegahan dan penyebaran adalah kombinasi antara kebersihan lingkungan dengan perilaku.

Berikut ini diberikan tiga perilaku terpenting yang bisa menurunkan dengan cepat jumlah kasus kejangkitan penyakit malaria:

- Pemberantasan sarang nyamuk, terutama kerja bakti rutin untuk menimbun genangan air di sekitar rumah, baik di selokan maupun kubangan;
– Meniadakan tempat peristirahatan nyamuk, diusahakan tidak ada baju baju yang digantung dan juga membersihkan semak semak di sekitar rumah:
– Menghindari gigitan nyamuk, baik di dalam rumah dengan memakai kelambu saat tidur maoupun memakai baju tertutup saat keluar rumah pada malam hari. Sebaiknya frekuensi keluar rumah di malam hari dikurangi.

PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

3. Penyakit Demam Berdarah Dengue dan cara penularannya

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan Masyarakat di Indonesia yang cenderung meningkat jumlah penderitanya serta semakin meluas penyebarannya sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk.

Penyakit DBD ini ditularkan oleh nyamuk Aedes yakni Aedes aeqypti (penular yang utama) dan Aedes albopictus/nyamuk kebun (penular sekunder). Umur nyamuk berkisar dari 2 minggu sampai 3 bulan yang tergantung pada kondisi lingkungan. Kemampuan terbang nyamuk 40-100 meter.

Tempat berkembang biak nyamuk Aedes ini adalah : tempat penampungan air (TPA) buatan manusia baik di luar maupun di dalam rumah seperti bak mandi, bak WC, tempayan, drum, tempat minum burung, pot tanaman, vas bunga, ban bekas, kaleng bekas, plastik bekas dan sebagainya. Selain itu juga dapat berkembang biak di lingkungan alami seperti: lubang pohon, pelepah daun yang dapat menampung air hujan dan sebagainya.

Bila penderita digigit nyamuk penular virus dalam darah akan ikut terisap masuk ke dalam lambung nyamuk. Selanjutnya virus memperbanyak diri dan tersebar di berbagai joaringan tubuh nyamuk termasuk di dalom kelenjar liurnya. 1 minggu setelah mengisap darah penderita nyamuk siap untuk menularkan kepada orang lain. Virus akan tetap berada dalam tubuh nyamuk sepanjang hidupnya, sehingga nyamuk tersebut akan menjadi penular sepanjang hidupnya. Penularan terjadi karena setiap kali nyamuk menggigit, sebelum menghisap darah akan mengeluarkon air liur melalui saluran alat tusuknya, agar darah yang diisap tidak membeku, bersama air liur inilah virus dengue dipindahkan dari nyamuk ke orang lain.

Sebagaimana diketahui bahwa cara pencegahan/pemberantasan penyakit ini adalah dengan memberantas nyamuk penularnya (Aedes aegypti) dan jentik nyamuk Aades aegypti karena vaksin untuk mencegah dan obat untuk membasmi virusnya belum ada. Oleh karena itu salah satu kebijakan pelaksanaan pemberantasan DBD adaclah memprioritaskan kepada upaya mencegah penyebaran/penularan penyakit DBD melalui penyuluhan dan penggerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) tanpa mengabaikan tindakan kewaspadaan dini untuk mencegah Kejadian Luar Biasa DBD.

Pemberantason terhadap nyamuk penular DBD dengan melakukan fogging/ penyemprotan, yong dilaksanakan guna menghambat penyebaran penyakit. Fogging dilakukan pada kegiatan Fogging Fokus dan Kejadian Luar Binsa (KLB). Sedangkan pemberantasan terhadap jentiknya dilakukan dengan Pemberantasan Sarong Nyamuk (PSN) melalui Gerakan 3 M yakni : 1) Menguras tempat penampungon air (TPA) seminggu sekali; 2) Menutup TPA dan 3) Mengubur barang barang bekas yang dapat menampung air misal : kaleng, ban bekas, wadah plastik dsb.

4. Mengapa Demam Berdarah Dengue dianggap penyakit berbahaya?

Penyakit DBD dapat menyerang semua umur dan semua orang, sampai saat ini penyakit DBD lebih banyak menyerang anak anak, tetapi dalam dekade terakhir terlihat adanya kecenderungan kenaikan penderita pada orang dewasa. Dapat menimbulkan kematian apabila tidak cepat ditangani dengan tepat.

3.Apakah penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue?

Penyebab penyakit DBD adalah Virus Dengue. Ada 4 serotype virus dengue yakni DEN 1, DEN 2, DEN 3, dan DEN 4. Di Indonesia serotype DEN 3 merupakan serotype yang paling banyak ditemukan dan sangat berhubungan dengan kasus berat.

Seseorang yang didalam darahnya mengandung virus dengue merupakan sumber penularan penyakit demam berdarah dengue. Virus dengue berada dalam darah selama 4 7 hari mulai 1 2 hari sebelum demam. Masa inkubasi penyakit DBD diperkirakan ± 7 hari.

4.Apa tanda tanda seseorang menderita penyakit Demam Berdarah Dengue?

Beberapa tanda seseorang yang terinfeksi virus dengue :
1) Mendadak panas tinggi selama 2 7 hari , tampak lemah & lesu,
2) Bintik bintik merah pada kulit, seperti gigitan nyamuk,
3) Kadang kadang, perdarahan di hidung,
4) Kadang kadang berak/muntah darah,
5) Kadang kadang nyeri ulu hati,
6) Bila sudah parah, ujung tangan dan kaki dingin berkeringat, masuk ke dalam keadaan syok

5.Apa yang dilakukan terhadap penderita Demam Berdarah Danque?

6) Beri minum sebanyak banyaknya (air putih, susu, teh dan lain lain)
7) Berikan kompres air dingin/panas,
8) Berikan obat penurun panas (parasetamol)
9) Segera dibawa ke sarana kesehatan, dokter atau petugas kesehatan lainnya.

6.Bagaimana mencegah agar tidak terjangkit Demam Berdarah Denque?

Menguras bak-bak mandi minimal 1 minggu sekali
Menutup rapat tempat penampungon air
Mengganti air vas bunga/tanaman air 1 minggu sekali
Mengganti tempat air minum burung
Menimbun barang bekas yang dapat menampung air
Menaburkan bubuk abate/altosid pada tempat penampungaon air
Memelihara ikan di tempat penampungan air
Menghindari gigitan nyamuk dengan kelambu; repellant pakaian pelindung seperti lengan panjang;
Membunuh nyamuk dengan obat nyamuk semprot; obat nyamuk bakar; obat nyamuk elektrik; dan obat nyamuk koil.

7.Apa yang harus diwaspadai terhadap kemungkinan penularan?

10) Bila musim hujan penyakit DBD sering timbul karena banyak benda diluar rumah yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti
8) Bila ditemukan jentik Aedes aegypti ditempat penampungan air
9) Bila ada rumah kosong (tidak dihuni) seringkali merupakan tempat bersarangnya nyamuk Aedes aegypti
10) Bila ada warga yang sakit DBD karena dapat menular kepada orang lain

TINJAUAN PENYAKIT TBC

2. Penyakit TBC dan penyebarannya

Tuberkulosis (TBC) adalah suatu penyakit menular yang sebagian besar disebabkan oleh kuman TBC (Mycobacterium Tuberchulosis). Kuman tersebut biasanya masuk ke dalam tubuh manusia melalui udara pernafasan ke dalam paru paru. Kemudian kuman tersebut menyebar dari paru ke bagian tubuh lain melalui sistem peredaran darah, sistem saluran limfe melalui saluran nafas (bronchus) atau penyebaran langsung ke bagian-bagian tubuh lainnya

TBC bukan penyakit keturunan, tapi penyakit yang disebabkan oleh kuman. TBC dapat ditularkan dari orang ke orang lain. Namun tidak semua penderita TBC berpotensi menularkan penyakit pada orang lain.

2.Apakah Kuman Tuberkulosis?

Kuman Tuberkulosis berbentuk batang, mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan. Oleh karena itu disebut pula sebagai Basil Tahan Asam (BTA). Kuman TBC cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapot bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh kuman ini dapat tertidur lama selama beberapa tahun.

3.Cara Penularan

7) Sumber penularan adalah dahak penderita TBC yang di dalamnya mengandung kuman TBC
8) Jika dalam dahak seseorang ditemukan kuman TBC, berarti orang tersebut pasti menderita penyakit TBC yang sangat menular.
9) Penularan penyakit TBC terjadi dari orang ke orang lain bukan melalui serangga, transfusi darah, air susu ibu ataupun melalui alat makan minum penderita
10) Pada waktu batuk atau bersin, penderita menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk droplet (percikan dahak). Droplet mengandung kuman dapat bertahan di udara pada suhu kamar selama beberapa jam.
11) Penularan terjadi jika seseorang menghirup udara yang mengandung kuman TBC.
12) TBC dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki laki, perempuan, miskin, kaya), meskipun golongan darahnya berbeda dengan penderita.

4.Mengapa TBC dianggap penyakit berbahaya ?

Penyakit TBC sangat berbahaya karena kuman TBC dalam tubuh sulit untuk diobati. Bila penderita tidak tuntas minum obat, TBC bisa menyebabkan penyakit TBC yang menahun karena kuman TBC akan menjadi kebal akibat pengobaton yang tidak tuntas. Pada anak anak mengidap penyakit TBC yang menahun dapat menyebabkan kecacatan fisik, sekaligus dapat menyebabkan kematian baik pada anak-anak maupun pada orang dewasa.

5.Apakah tanda tandanya seseorang menderita penyakit TBC ?

4) Gejala Utama

Batuk terus-menerus dan berdahak selama 3 (tiga) minggu atau lebih

5) Gejala Umum TBC pada anak

 Berat badan turun selama 3 bulan berturut turut tanpa sebab yang jelas dan tidak naik dalam 1 bulan meskipun dengan penanganan gizi yang baik
 Nafsu makan tidak ada dengan gagal tumbuh den berat badan tidak naik
 Demam lama/berulang tanpa sebab yang jelas (bukan tipus, malaria, atau infeksi saluran nafas akut), dapaot disertai keringat malam.
 Batuk lama lebih dari 30 hari, tanda cairan di dada dan nyeri dada
 Diare berulang yang tidak sembuh dengan pengobatan diare, benjolan di abdomen, dan tanda cairan dalam abdomen

6) Gejala tambahan yang sering dijumpai

 Dahak bercampur darah
 Batuk darah
 Sesak nafas dan rasa nyeri dada
 Badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan turun, rasa kurang enak badan (malaise), berkeringat malam walaupun tanpa kegiatan, demam meriang lebih dari sebulan.

6.Apa yang dilakukan terhadap penderita TBC?

Penting diperhatikan bahwa bila pada anak dijumpai gejala di atas, dan gejala berupa kejang, kesadaran menurun, kaku kuduk, benjolan di punggung, maka ini tanda tanda bahaya. Anak tersebut harus segera dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat, baik Pustu, Puskesmas, dan Rumah Sakit.

7.Bagaimana pengobatan penderita TBC?

5) Pengobatan penderita diberikan sesuai dengan anjuran petugas kesehatan.
6) Pengobetan dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap awal dan lanjutan
7) Padoa tahap awal, satu papan obat (blister) diminum sekaligus setiap hari. Lama pengobatan tahap awal diberikan 2 atou 3 bulan tergantung berat ringannya penyakit.
8) Pada tahap lanjutan, satu papan obat diminum sekaligus 3 kali seminggu. Lama pengobatan tergantung berat ringannya penyakit.
8.Kemana penderita bisa berobat?

5) Puskesmas
6) Balai Pengobatan Penyakit Paru paru (BP4)
7) Rumah sakit
8) Klinik dan dokter praktek swasta

9.Apa akibat minum obat tidak teratur dan tidak tuntas?

1) Tidak sembuh atau menjadi lebih berat penyakitnya bahkan mengakibatkan kematian.
2) Sukar diobati karena kemungkinan kuman kebal sehinggadiperlukan obat yang lebih ampuh dan mahal harganya.
3) Obat untuk kuman yong kebal tidak tersedia di semua fasilitas kesehatan.
4) Menularkan kuman yang sudah kebal obat kepada orang lain.

10.Bagaimana mencegah penyebaran penyakit TBC?

5) Penderita TBC segera diobati sampai sembuh supaya tidak menjadi sumber penularan.
6) Menutup mulut pada waktu batuk dan bersin dengan sapu tangan atau tisu.
7) Tidur terpisah dari keluarga terutama pada 2 minggu pertama pengobatan.
8) Penderita TBC tidak meludah disembarang tempat, tetapi di wadah yong diberi air sabun atau lisol kemudian dibuang dalam lobang dan ditimbun dengan tanah.
9) Menjemur alat tidur secara teratur pada pagi hari.
10) Membuka jendela pada pagi hari agar rumah mendapat udara bersih dan cahaya matahari yang cukup sehingga kuman TBC yang tertinggal di rumah mati.

11.Tindakan apa yang harus dilakukan agar tidak tertular sakit TBC?

5) Jalankan pola dan perilaku hidup sehat dan bersih, karena setiap saat kuman TBC ada di antara kita.
6) Khusus untuk anak diupayakan gizi yang cukup
7) Kesehatan lingkungan perumahan, terutama ventilasi, cahaya, dan kelembaban yang memenuhi syarat.
8) Segera periksa ke sarana pelayanan kesehatan terdekat bila timbul batuk lebih dari 3 mi

12.Bagaimana menjalankan pola hidup sehat

6) Meningkatkan daya tahan tubuh, antara lain dengan makan makanan bergizi
7) Tidur istirahat yang cukup
8) Tidak merokok dan tidak minum minuman yang mengandung alkohol
9) Membuka jendela dan mengusahakan sinar matahari masuk ke ruang tidur dan ruangan ruangan lain
10) Bayi agar diberi imunisasi BCG

13.Pengobatan pencegahan pada anak

Semua anak yang tinggal serumah dan kontak langsung dengan penderita TBC berisiko besar untuk terinfeksi, infeksi pada anak ini dapat berlanjut menjadi penyakit tuberkulosis. Oleh karena itu pada anak, terutama balita yaong tinggal serumah atau kontak erat dengan penderita TBC secara dini perlu dilakukan pemeriksaoan untuk mencegah agar penyakit tidak menular.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: