cara mencuci tangan dengan baik

DEMONSTRASI ATAU SIMULASI
CUCI TANGAN DENGAN BENAR

1. APAKAH ANDA TELAH CUCI TANGAN DENGAN BENAR?

Biasanya kita masih sering melihat bahkan melalukan sendiri kebiasaan seperti di bawah ini:
 Cuci tangan sebelum makan dengan menggunakan air dalam kobokan.
 Tidak cuci tangan sebelum makan
 Tidak cuci tangan sebelum menyuapi makanan bagi bayi dan balita.
 Tidak cuci tangan sebelum menyiapkan makanan.
 Cuci tangan dengan air setelah buang air besar dan setelah menceboki bayi dan balita.
 Tidak cuci tangan, atau hanya cuci tangan dengan air tanpa menggnakan sabun, setelah tangan terkontaminasi dengan kotoran, misal setelah terkena pupuk, tanah dan lain-lain

Kebiasaan cuci tangan atau bahkan tidak cuci tangan seperti tersebut di atas, ternyata masih dapat menyebabkan penularan penyakit, terutama penyakit yang ditularkan melalui air dan lingkungan. Tangan yang kelihatannya bersih, apabila tidak cuci tangan dengan benar, masih dapat melekat kuman dan telur cacing, karena tangan tanpa sengaja setiap hari mudah terkontaminasi oleh kuman penyebab penyakit.
Menurut penelitian yang pernah dilakukan kebiasaan cuci tangan yang benar bagi masyarakat di Indonesia hanya mencapai 7%.

2. MENGAPA ORANG HARUS CUCI TANGAN DENGAN BENAR?

Berdasar hasil penelitian beberapa ahli, membuktikan bahwa :
 Hasil studi Khan [1982] tentang manfaat cuci tangan dengan air dan sabun sesudah buang air besar, sebelum makan dan menyiapkan makanan membuktikan bahwa perilaku tersebut merupakan cara yang efektif untuk menurunkan insidens penyakit, khususnya diare.
 Menurut penelitian Clemens[1987] dan Alam [1989] membuktikan bahwa ibu-ibu yang cuci tangan merupakan satu dari banyak faktor yang dapat menurunkan angka diare pada anak-anak.
 Lanata [1991] membuktikan bahwa pemakaian adanya hubungan antara pemakaian sabun yang meningkat dan pemakaian air meningkat oleh ibu-ibu untuk membasuh tangan, dengan rendahnya insidens diare pada bayi umur 6-18 bulan.
 Wilson dan kawan-kawan [1991] dalam penelitian di Indonesia menemukan bahwa promosi membasuh tangan ibu-ibu dan anak-anak, dapat menurunkan prevalensi penyakit diare dan penyakit mata [conjunctivitis].

Berdasar hasil penelitian tersebut, maka cuci tangan yang benar, yang sebenarnya mudah dilaksanakan, dapat dilakukan oleh siapa saja, dan murah tanpa banyak membutuhkan biaya, perlu dibiasakan setiap hari, oleh semua golongan umur mulai sejak umur dini agar membudaya.

3. BAGAIMANA CARA MEMBUDAYAKAN PERILAKU CUCI TANGAN DENGAN BENAR?

Untuk merubah perilaku cuci tangan yang tidak benar menjadi perilaku yang benar, dilakukan melalui :
 Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang adanya dampak buruk akibat melakukan perilaku cuci tangan yang tidak benar. Biasanya perubahan perilaku cuci tangan tidak benar menjadi perilaku cuci tangan dengan benar, tidak karena alasan kesehatan.
 Untuk meningkatkan kesadaran merubah perilaku cuci tangan tidak benar menjadi perilaku cuci tangan dengan benar, dilakukan dengan cara mengetahui bedanya cuci tangan tidak benar dan cuci tangan dengan benar.
 Agar masyarakat mengetahui bedanya cuci tangan yang benar dan cuci tangan dengan benar, dengan cara demonstrasi atau simulasi menggunakan kit simulasi cuci tangan.
 Setelah melaksanakan demonstrasi cuci tangan tersebut, masyarakat akan terpicu untuk melakukan cuci tangan dengan benar, karena mengetahui dampak buruk akibat mempunyai kebiasaan cuci tangan tidak benar.

4. DIMANA DILAKUKAN DEMONSTRASI CUCI TANGAN?

 Di Sekolah bagi siswa sekolah yang dilakukan di setiap kelas.
 Kelompok pengajian
 Kelompok arisan
 Di Posyandu untuk para pengunjung
 DI Pos Bersalin untuk para pengunjung
 DI Puskesmas melalui klinik sanitasi
 Dalam pertemuan masyarakat yang dilakukan di RT atau Dusun.
 Dalam pertemuan atau rapat dinas
 Dan lain-lain.

5. KIT DEMONSTRASI CUCI TANGAN

Kit demonstrasi cuci tangan terdiri dari :
 Adonan kanji yang tidak terlalu kental, dibuat dari tepung kanji dilarutkan dalam air, kemudian ditambahkan air panas sehingga menjadi adonan kanji [seperti membuat lem dari tepung kanji, akan tetapi lebih encer].
 Air dalam ember
 Mangkok atau kobokan
 Sabun
 Kain lap

6. CARA MELAKUKAN DEMONSTRASI

1. Salah seorang peserta [peserta pertama] diminta secara sukarela maju ke depan untuk simulasi cuci tangan.
2. Tangan kanan peserta tersebut diolesi adonan kanji, meliputi telapak tangan, jari-jari, kuku, punggung tangan dan pergelangan tangan.
3. Kemudian tangan kanan yang telah diolesidengan adonan kanji tersebut diolesi dengan betadin atau alkohol.
4. Para peserta diminta melihat dan memperhatikan tangan kanan sukarelawan tersebut, akan berwarna merah ke- ungu-unguan agak ke- hitaman.
Tangan kanan yang berubah warna tersebut diasumsikan tangan yang kotor penuh dengan partikel kotoran dan penuh kuman.
5. Kemudian tangan kiri sukarelawan tersebut diolesi betadin atau alkohol. Tangan akan berwarna kuning seperti warna betadin. Diasumsikan tangan kiri tetap bersih, karena tangan kiri jarang digunakan, sehingga tidak mengandung kuman.
6. Kemudian tangan kanan dicuci dengan menggunakan air dalam mangkuk, yaitu seperti kebiasaan mencuci tangan dengan kobokan. Maka akan tampak masih banyak kotoran yang melekat di bagian tertentu dari tangan, sepereti sela-sela jari, ujung kuku, dan pergelangan tangan. Para peserta diminta memperhatikan tangan kanan tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa cuci tangan dengan cara menggunakan air dalam kobokan, masih ada kotoran, dan cuci tangan seperti tersebut adalah cara cuci tangan yang tidak benar.
7. Kemudian diminta peserta lain [sukarelawan kedua] maju ke depan sebagai sukarelawan.
8. Tangan kanan diolesi adonan kanji seperti pada waktu mengolesi peserta pertama.
9. Setelah diolesi dengan adonan kanji, diminta cuci tangan dengan air dan sabun dengan urutan langkah sebagai berikut:
 Basahi kedua tangan dengan air
 Teteskan sabun cair secukupnya di atas telapak tangan (kalau menggunakan sabun cair), atau gosoklah kedua telapak tangan dan kedua punggung tangan apabila menggunakan sabun padat.
 Gosoklah kedua telapak tangan secara bergantian, sehingga kedua telapak tangan kena sabun
 Gosoklah kedua punggungg tangan secara bergantian, sehingga kedua pnggung tangan kena sabun
 Gosoklah diantara jari-jemari tangan secara bergantian sehingga kena sabun
 Gosok-gosoklah ujung-ujung kuku pada telapak tangan, sehingga busa sabun masuk kedalam sela-sela kuku, secara bergantian di kedua tangan.
 Setelah selesai siramlah kedua tangan dengan air yang mengalir, dengan kran air atau dengan air mengalir menggunakan gayung gayung.
 Setelah selesai keringkan kedua tangan dengan kain kering dan bersih.

10. Para peserta diminta memeperhatikan bedanya tangan kanan sukarelawan pertama dan tangan kanan sukarelawan kedua.
Kemudian diminta para peserta mendiskusikan pelajaran apa yang dapat diperoleh setelah melakukan demontrasi cuci tangan tersebut.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: