“Makalah Krim Pemutih”

BAB I

 

PENDAHULUAN

 

 

 

A. Latar Belakang.  

Kulit adalah organ yang paling luar yang mempunyai banyak fungsi yang penting yaitu, selain sebagai indera perasa dan pelindung tubuh dari ancaman kondisi alam sekitar. Kulit membantu mengatur suhu tubuh juga melindungi dari virus dan bakteri, dan tak kalah penting menjalankan fungsi sekresi serta pengeluaran cairan. Kulit sehat sebenarnya cerminan kondisi tubuh yang sehat, sebaliknya kulit kusam kurang bercahaya bias menjadi indikasi tubuh tidak dalam keadaan fit.

Dalam catatan sejarah, masyarakat di zaman Mesir Kuno sudah memanfaatkan merkuri juga. Baru pada abad 18 dunia kedokteran memakai merkuri sebagai obat sifilis.Namun, sekarang semua bahan obat dokter yang mengandung merkuri sudah ditinggalkan. Satu yang masih tersisa dan kendati menyalahi aturan, masih tetap dipasar-bebaskan sebagai bahan berkhasiat dalam krim pemutih kulit.

Merkuri inorganik dalam krim pemutih (yang mungkin tak mencantumkannya pada labelnya) bisa menimbulkan keracunan bila digunakan untuk waktu lama. Walau tidak seburuk efek merkuri gugusan yang tertelan (yang dari makan ikan tercemar), tetap menimbulkan efek buruk pada tubuh. Kendati cuma dioleskan ke permukaan kulit, merkuri mudah diserap masuk ke dalam darah, lalu memasuki sistem saraf tubuh.

Manifestasi gejala keracunan merkuri akibat pemakaian krim kulit muncul sebagai gangguan sistem saraf, seperti tremor, insomnia, kepikunan, gangguan penglihatan, gerakan tangan abnormal (ataxia), gangguan emosi, selain depresi. Oleh karena umumnya tak terduga kalau itu penyakitnya, kasus keracunan merkuri, sering salah didiagnosis sebagai kasus Alzheimer, Parkinson, atau penyakit gangguan otak.

Bagi mereka yang memakai krim pemutih sebaiknya perlu selalu mewaspadai jika tidak jelas apa kandungan bahan kimiawinya. Kendati tidak mencantumkan kandungan merkuri, tetap tidak boleh yakin pasti tidak bermerkuri. Buktinya, sekian puluh merek krim pemutih yang kedapatan tertangkap, ternyata mengandung merkuri.

Selain krim pemutih dan bahan peremaja kulit, kosmetik rias juga bukan tak ada yang berbahaya. Beberapa merek yang tertangkap BPOM, ada juga yang berisi zat warna berbahaya (antara lain Rhodamine B pewarna tekstil) yang dipakai untuk  pemerah pipi atau lipstik. Sekarang semakin beraneka ragam jenis bahan kimiawi untuk kebugaran kulit wajah. Selain sedang “in” pemakaian olesan larutan vitamin C untuk tujuan yang sama, banyak pusat kecantikan dunia menawarkan bahan kimiawi untuk mengelupasi kulit (peeling), seperti glycolic acid, polyacrylamide gel, natural active lipids, Lipid ESUP-A, Cell-therapy, Cryo-Stem (memakai sel tunas sapi yang dibiak dan ditanamkan ke kulit), krim berisi hormon progesteron atau DHEA, glycosaminoglycans, terapi ozon, terapi oksigen, Collagen Replacement, selain terapi aroma dan terapi Chalazion.     Terlepas dan apa bahan untuk pewarna perias kulit wajah, semua pemerah pipi tak boleh dipakai sewaktu siang hari (terpapar sinar matahari). Sebab, dapat menimbulkan sproeten pada bagian kulit yang biasa dimerahi. Tidak semua merek kosmetik jujur mencantumkan bahankandungan yang dipakainya.

Setelah tahu banyak merek kosmetik maupun kosmedik yang nakal, kita menjadi perlu lebih waspada agar tidak sembarang memilih, terlebih jika sudah nyata-nyata mengandung bahan berbahaya seperti merkuri (selain ada juga yang mengandung cloquinol, vioform), sebagai salah satu contoh yaitu : Dosis yang dianjurkan untuk tretinoin lazimnya 0,05 persen kalau dalam bentuk cair, 0,1 persen krim, sedang kalau berbentuk gel boleh sampai 0,25 persen. Jika suatu merek kosmetik berbahan tretinoin dosisnya melebihi takaran yang diperkenankan, batalkan memakainya. Sudah disebut kalau kelebihan dosis tretinoin malah bisa merusak kulit

Melihat fenomena di atas, maka sebagai mahasiswa jurusan kimia yang memiliki pengetahuan tentang hal tersebut, tertarik untuk ikut berpartisipasi dalam merealisasikan ilmu demi kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, dirasakan perlu untuk melakukan kuliah Kerja Alternatif di Laboratorium UNM, Khususnya di bagian pengujian  kosmetik

 

 

B. Rumusan Masalah

 

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dirumuskan masalah yaitu:

1.  Apakah krim pemutih yang banyak beredar dipasaran mengandung logam Hg.

2.    Bagaimana menganalisis sampel kosmetik secara kualitatif.

 

 

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari kegiatan Kuliah Kerja Alternatif ini adalah :

1.  Untuk mengetahui cara menganalisis sampel krim pemutih yang mengandung Hg yang beredar dipasaran.

 

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah :

1. Untuk mahasiswa

a. Dapat memiliki pengalaman dan wawasan tambahan, sebagai calon sarjana  pendidikan dan dunia pekerjaan.

b.  Memiliki kemampuan dalam memahami struktur, mekanisme dan nuansa dunia  kerja

c. Memiliki daya nalar, kreatifitas, dan rasa tanggung jawab terhadap penyelesaian permasalahan yang dihadapi.

 

 

2. Untuk Instansi

a.  Mendapatkan pemecahan masalah yang ilmiah.

b. Sebagai bahan informasi kepada masyarakat ramai

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

 

TINJAUAN PUSTAKA

 

 

Kehidupan yang diwarnai berbagai fasilitas serba modern.Bidang kosmetik juga turut andil di dalam berbagai kesempatan dan peluang untuk memperoleh hasil maksimal dan memuaskan melalui cara yang ringkas, mudah dan cepat. Namun demikian, mengingat pemegang kendali teknologi tinggi dewasa ini adalah kalangan ilmuwan Barat dan Eropa yang notabene kebanyakan adalah kalangan non muslim, sehingga hasil penemuan produk makanan,minuman dan kosmetik sudah tentu tidak memakai aturan mana yang halal dan mana yang haram. Bahkan lebih dari itu, kehidupan materialisme dan bahan-bahan mentah yang akan diolah menjadi barang jadi. Mereka bias saja mengambil protein dari sumber protein berupa binatang yang menjijikkan. Bahan pewarnanya mereka sedap dari unsur-unsur bumi atau melalui proses kimiawi yang sering tidak aman untuk tubuh.

Mengingat jenis bahan kosmetik umumnya terdiri dari bahan-bahan kimia yang memiliki pengaruh berbahaya terhadap sebagian konsumen, baik dalam wujud pengaruh langsung atau tidak langsung, maka diperlukan pengujian analisis terlebih kapitalisme, mendorong banyak produsen bahan-bahan kosmetik untuk memanipulasi dahulu baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Dan hal ini sangat diperlukan demi menjaga kesehatan masyarakat. Perkembangan teknologi modern telah membawa manusia menuju era baru dalam kehidupan.

Berdasarkan peraturan Menkes RI No. 140/Menkes/Per/III/1991 tentang wajib daftar alat kesehatan rumah tangga, bahwa kosmetik adalah  sediaan atau paduan bahan yang siap digunakan pada bagian luar badan , gigi dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampilan, melindungi supaya dalam keaadan baik, memperbaiki bau badan, tetapi tidak tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan penyakit. Kosmetik termasuk sediaan Farmasi maka pembuatannya harus mengikuti persyaratan, keaamanan dan kemamfaatannya sesuai dengan undang-undang kesehatan serta peraturan pelaksanaannya.

Krim adalah sediaan padat, berupa emulsi yang mengandung air tidak kurang dari 60% dan dimaksudkan  untuk pemakaian luar. Sekarang ini batasan tersebut diartikan untuk produk yang terdiri atas minyak dan air atau disperse mikro kristal asam lemak atau alkohol berantai panjang dalam air yang dapat dicuci dengan air dan lebih ditujukan untuk sebagai kosmetik dan untuk estetika.

A. Krim Pemutih

Krim pemutih  pemutih merupakan campuran bahan kimia dan lainnya dengan khasiat bisa memucatkan noda hitam (coklat) pada kulit. Tujuan penggunaanya dalam jangka waktu yang lama agar dapat menghilangkan  atau mengurangi hiperpigmentasi pada kulit, tetapi penggunaan yang harus terus menerus justru akan menimbulkan pigmentasi dengan efek permanen.

a.  Bahan aktif  krim pemutih.

Bahan aktif dalam kebanyakan sediaan pemutih modern adalah garam merkuri, bahan paling sering digunakan dari jenis ini merkuri kloroamida  (merkuri amida klorida, HgNH2Cl2), merkuri klorida (sublimate, HgCl2), merkurous klorida (kalomel, Hg2Cl2).  Semua senyawa ini kecuali Hg2Cl2 yang tidak dapat larut dalam air, lemak dan pelarut organic dan dicampur kedalam krim dalam bentuk dispersi halus.

 

b.  Cara kerja krim pemutih

Efek garam merkuri tergantung pada inhibasi enzim tirikinaase yang bertanggung jawab pada tahap pertama oksidasi tirosin menjadi melanin sehingga tahap awal dari reaksi berantai yang menuju pembentukan melanin tidak terjadi dan kulit mencerah atau lebih putih.

Melanin yang ada tidak dapat dihancurkan tetapi pembentukan pigmen dicegah. Seabagai tambahan , sublimat mempunyai efek pengelupasan karena melepaskab HCl pada lapisan kulit yang paling atas yang menyerang korneum.

B.   Merkuri (air raksa)

a. Ciri-ciri dari merkuri

Air raksa (hg) yang nomor-atom 80, berat atom 200,59+ 0,03,  ini merupakan suatu lambang Hg yang berasal dari Yunani Hydrargyros atau latin hydrargyrum, ” air perak” atau “perak cairan”. adalah yang ketiga dan bertahan anggota atau kelompok IIB (menyangkut) sistem berkala; lainnya adalah cadmium dan seng. walaupun cadmium dan seng menunjukkan banyak persamaan dan sering dibahas bersama-sama, air raksa tetapi air raksa berbeda dalam berbagai aspek tentang perilaku dan kekayaan nya, namun tetap pada kelas itu sendiri.

Air raksa adalah logam yang ada secara alami, satu-satunya logam pada suhu kamar berwujud cair. Logam murninya keperakan, cairan tak berbau, mengkilap,. Bila dipaanaskan pada suhu 357 oC air raksa akan mengauap.

Air raksa sering juga disebut merkuri, dapat berada dalam berbagai senyawa. Bila bergabung dengan klor, belerang atau oksigen, merkuri akan membentuk garam yang biasanya berwujud padatan putih

Air raksa (Merkuri) telah diketahui, karena;sejak jaman dahulu Aristoteles menyebutkan penggunaannya di dalam upacara yang religius; almaden yang menambang dinegaraSpaindan diuraikan oleh Theophrastus. adalah awal penggunaannya didalam persiapan yang berhubung dengan obat; penggunaannya dalam perawatan sipilis telah dierkenalkan dengan paracelsus dalam abad yang yang keenambelas.

Sel air raksa digunakan dalam peralatan radio, alat bantu dengar, peluru kendali, dan banyak penggunaan yang lain; pada geiger-mueller konter, pengembangan mereka dalam akhir-akhirnya 1940 menyebabkan suatu kenaikan penting dalam konsumsi air raksa.

Ilmu tentang racun air raksa adalah paling utama analis: metal dan kebanyakan dari adalah campuran mudah menguap, air raksa dapat diserap bahkan melalui kulit

Logam merkuri merupakan kelompok toksikan yang unik. Logam ini dapat ditemukan dan menetap dialam, tetapi bentuk kimianya dapat berubah akibat pengaruh fisiokima, biologis atau akibat aktivitas manusia. Tosksitas dapat berubah drastis bila bentuk kimianya berubah umumnya logam bermamfaat bagi manusia karena penggunaannya dibidang industri, pertanian atau kedokteran.

Kerja  utama logam ini menghambat enzim, efek ini biasanya timbul akibat interaksi antara logam dengan gugus SH pada enzim itu. Suatu enzim dapat juga dihambat oleh toksik melalui penggusuran kofaktor logam yang penting dari enzim.

b. Sumber logam merkuri

sebagai unsur merkuri (Hg) berbentuk cair. Logam ini dilepaskan dari kerak bumi melalui pendegasan. Merkuri juga terdapat dilingkungan sebagai senyawa anorganik dan organic.

C. Efek Negatif dari Logam Merkuri

  1. bila termakan , zat ini akan menyebabkan kejang perut dan diare berdarah dengan ulkus korosif, pendarahan dan nekrosis pada saluran cerna dan kerusakan pada ginjal.
  2. pemakaian merkuri menjadikan kulit mulus, namun kemudian mengendap dibawah kulit . setelah bertahun-tahun akan biru kehitaman bahkan dapat memicu timbulnya kanker.

 

 

 

 

 

BAB III

 

METODELOGI PENELITIAN

 

 

 

A.  Variabel Penelitian

Penelitian ini dilakukan dilaboratorium kimia Universitas Negeri Makasar fakultas MIPA, yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya logam merkuri yang terdapat dalam berbagai macam krim pemutih yang beredar dipasaran.

B. Waktu dan Lokasi Pengambilan Sampel

Lokasi pengambilan sampel dalam penelitian ini  adalah di beberapa pasar tradisional yang ada dimakassar dengan sampel sebanyak sepuluh macam dengan merek yang berbeda.

C. Teknik Pengumpulan Data

Data diperoleh dengan cara melakukan penelitian dilaboratorium kimia fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar, setiap sampel diuji dengan menggunakan analisis kuantitatif.

D. Alat yang digunakan

  1. Corong
  2. gelas ukur 10 mL, 100 mL
  3. gegep
  4. cawan porselin
  5. timbangan digital
  6. tabung reaksi dan rak tabung
  7. pembakar Bunsen
  8. kompor gas
  9. pipet tetes.
  10. Batang Tembaga.
  11.  Kompor listrik

E. Bahan yang digunakan

  1. Krim pemutih yang terdiri dari : Kelly, UB Biasa, Plasenta, Ponds, Quina, Super cream, Faair cheek, Marisa, Ovale, RDL.
  2. Larutan HNO3(P)
  3. Laarutan NaOH 2 N.
  4. Larutan KI 0,5 N
  5. Laruan HCl 25 %
  6. Eter.

F. Persiapan Larutan

-   Pembuatan larutan HCl 25 %

Larutan HCl yang tersedia dilaboratorium adalah 37%, kemudiaan diambil sebanyak 34 mL dan diencerkan dengan menggunakan aqudest pada labu takar 50 ml, yaitu dengan analisa :

X   . 37 %    = 50 mL   . 25 %

X = 1250% mL

37  %

X= 34 mL

 

-  Pembuatan Kalium Iodida.

2,1 Gram KI diencerkan pada labu takar 25 mL dengan aquadest, yaitu dengan analisa :

N = Grek

L. Mr

0,5 N= Gram    X   1

0,025 L X 168

= 2,1 Gram

 

G. Pengujian sampel

1. uji kualitatif  (A)

sampel sebanyak 2 gram  dimasukkan kedalam cawan porselin, kemudian ditambahkan HNO3 (P) , lalu dipanaskan dan disaring   :

a)      Filtrat yang diperoleh ditambahkan 5 tetes larutan NaOH 2N terbentuk endapan hitam (Hg), Didihkan terbentuk endapan abu-abu merkurium (II) oksida.

b)      Filtrat ditambahkan 5 tetes laruan KI 0,5 N terbentuk endapan hijau (HgI), jika didihkan terbentuk endapan merah merkuri (II) iodide dan merkurioum hitam yang berbutir halus.

c)      Filtrat ditambahkan 5 tetes larutan kalium kromat kemudian dipanaskan terbentuk endapan kristal merah merkurium (I) kromat.

 

2. Uji Kualitatif (B).

prosedur kerja :

a)      Timbang cuplikan lebih kurang 2,5 gram, masukkan dalam tabung.

b)      Kocok tiga kali, tiap kali dengan 12,5 eter

c)      Buang fase eter.

d)     Fase ditambah 5 mL campuran asam klorida 25% dan dan asam nitrat (3 : 1).

e)      Uapkan diatas penangas air  sampai air kering.

f)       Tambahkam lagi 5 mL campuran asam klorida 25% dan asam nitrat ( 3:1).

g)      Uapkan kembali diatas penangas air sampai hamper kering, ulangi sekali lagi.

h)      Tambahkan 5 mL air

i)        Didihkan sebentar, dinginkan, dan saring.

Cara uji  :

a)      Masukkan kedalam tabung sejumlah mL alrutan uji, tambahkan 1 tetes larutan kalium iodide 0,5 N perlahan melalui dinding tabing.

b)      Harus tidak terjadi endapan jingga.

c)      Masukkan  kedalam tabung reaksi + 3 -5 mL larutan uji.

d)     Amplas batang tembaga sampai mengkilap.

e)      Celupkan kedalam larutan uji untuk beberapa saat.

f)       Batang tembaga akan dilapisi endapan abu-abu mengkilap dan akan lebih jelas jika digosok dengan kertas saring.Panaskan pada nyala api bebas, warna abu-abu akan hilang.

Interpretasi Hasil. :

a)      Reaksi negative jik reaksi identifikasi negative

b)      Krim pemutih tidak boleh mengandung raksa.

H. Diagram Alir

1. uji kualitatif (A), pada suatu sampel :

Sampel krim pemutih

                                                                        dimasukkan

Cawan porselin

                                                                         ditambahkan

Larutan HNO3(p)

Disaring

Filtrat

5 tetes larutan NaOH 2 N                         5 Tetes larutan KI 0,5 N         5 tetes K2CrO4

 

 

hitam  Hg                                            Hijau (HgI)            Kristal merah (Hg2CrO4)

 

abu-abu  Hg2O                              Merah  Hg2I& Hg hitam

yang berbutir halus

2.  Uji kualitatif (B).

a. pembuatan larutan uji

Menimbang  2,5 gram krim pemutih

 

Dimasukkan

Tabung reaksi

Tambahkan

12,5 mL eter

Dikocok

Terdapat 2 lapisan, lapisan atas dan bawah

Lapisan atas dibuang

& tambahkan

5 mL campuran asam klorida 25 % & asam nitrat (3 : 1)

Diuapkan & ulangi 3 X

Tambahkan

5 mL air

 

Didihkan, dinginkan dan saring

Larutan uji

 

b.  Cara menguji.

1 mL larutan uji

Tambahkan

1 tetes larutan KI  0,5 N

Celupkan

Batang tembaga

Amati

Warna larutan, apakah ada endapan ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

 

A. Hasil Pengamatan

1. Hasil pengamatan uji kualitatif (A)

Tabung

Nama produk

                                     Warna larutan                               ket

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

Kelly

UB. Biasa

Plasenta

Ponds

Quina

Gizi super cream

Fair cheek.

Marisa

Ovale

RDL

Kuning                                                                                -

Kuning                                                                                -

Merah dan terdapat endapan hitam                                    +

Kuning bersih.                                                                     -

Merah dan terdapat endapan hitam.                                   +

Kuning bersih.                                                                     -

Lapisan atas merah, bawah kuning dan endapan hitam      +

Kuning bersih.                                                                     -

Kuning bersih.                                                                     -

Kuning bersih.                                                                     -

 

 

Keterangan :

Yang positif memakai merkuri pada uji kualitatif (A). adalah plasenta, quina dan fair cheek.

 

2. hasil pengamatan uji kualitatif (B)

No. tabung

Nama produk

                Warna larutan                       Ket

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

Kelly

UB. Biasa

Plasenta

Ponds

Quina

Gizi super cream

Fair cheek.

Marisa

Ovale

RDL

Hijau                                                         -

Hijau dan terdapat endapan abu-abu.       +

Hijau dan terdapat endapan abu-abu.      +

Kuning dan terdapat endapan hitam.        -

Hijau                                                         -

Hijau dan terdapat endapan hitam            -

Hijau dan terdapat endapan hitam            -

Hijau dan terdapat endapan hitam            -

Hijau dan terdapat endapan hitam            -

Hijau dan terdapat endapan abu-abu       +

 

Keterangan  :
yang positif mengandung mercury pada uji kualitatif (B) adalah plasenta, UB biasa, dan RDL.

 

 

 

 

B. PEMBAHASAN

Logam merkuri merupakan kelompok toksikan yang unik. Logam ini dapat ditemukan dan menetap dialam, tetapi bentuk kimianya dapat berubah akibat pengaruh fisiokima, biologis atau akibat aktivitas manusia. Tokisitas dapat berubah drastis bila bentuk kimianya berubah umumnya logam bermamfaat bagi manusia karena penggunaannya dibidang industri, pertanian atau kedokteran.

Kerja  utama logam ini menghambat enzim, efek ini biasanya timbul akibat interaksi antara logam dengan gugus SH pada enzim itu. Suatu enzim dapat juga dihambat oleh toksik melalui penggusuran kofaktor logam yang penting dari enzim.

Logam berat dalam tubuh tidak mengalami biotransformasi sehingga tetap berada dalam tubuh dan  menyebabkan efek toksis seperti kelainan neurologist, kerusakan  ginjal daan ganguan penglihatan. Reaksi iritasi juga sering muncul akibat pemakaian bahan-bahan tropical.

Pada percobaan ini, yaitu identifikasi Hg pada krim pemutih kami menggunakan dua cara uji kualitatif(A) yaitu yang pertama dengan menggunakan uji larutan KI 0,5 N, NaOH 2 N,  dan larutan kalium kromat.

Apabila larutan sampel yaitu 2 gram krim pemutih yang dilarutkan pada HNO3(P) diujikan dengan larutan NaOH 2 N, maka akan terbentuk endapan hitam (Hg), dan setelah itu didihkan dan terbentuk enpadan abu-abu, berarti larutan itu positif mengandung merkurium (II) oksida. Endapan tak larut dalam reagensia berlebihan, tetapi mudah larut dalam asam nitrat encer.’

Ketika didihkan, warna endapan berubah menjadi abu-abu, Karena disproporsionasi , pada mana merkurium (II) oksida dan logam merkurium terbentuk :

Hg2O ↓ → HgO +  Hg↓

Pengujian yang kedua yaitu dengan penambahan 5 tetes larutan KI 0,5 n terbentuk endapan hijau (HgI) yang jika didihkan terbentuk endapan merah merkuri (II) iodide dan merkurioum hitam yang berbutir halus

Kalium iodide yang ditambahkan perlahan-lahan  daalam laarutan dingin secara teori dapat membentuk endapan hijau merkurium (I)  iodide.

Hg2I22+ + 2I-→ Hg2I2.

                Jika ditambahkan reagensia yang berlebihan, terjadi reaksi disproporsionasi, dan terbentuk ion tetraiodomerkurat (II) yang larut dan merkurium hitam yang berbutir halus :

Hg2I2 ↓ + 2I- →   [HgI4]2- + Hg↓.

Ketika mendidihkan endapan merkurium (I) iodide dengan air, terjadi pula disproporsionasi, dan terbentuk campuran endapan merkurium (II) iodida merah dan merkurium yang berbutir halus :

Hg2I2 ↓→   HgI2   + Hg↓

Dan yang terakhir filrat ditambahkan 5 tetes larutan kalium kromat kemudian dipanaskan terbentuk endapan kristal merah merkurium (I) kromat :

Hg 2+ +  CO32-→ Hg2CO3

Dari pengujian diatas maka diperoleh plasenta, quina, yang sama – sama mempunyai warna larutan merah dan terdapat endapan hitam. Sedangkan fair cheek warna larutannya terbagi dua yang atas berwarna merah dan bawah berwarna kuning dan terdapat endapan hitam. Ini msudaah membuktikan bahwa ketiga cream pemutih diatas telaah mengandung Hg dengan adanya endapan hitam.

Pada uji kuaalitatif(B) yaitu pengujiannya dengan menggunakanlarutan KI 0,5 N dan menggunakan batang tembaga yang dicelupkan pada filrat yang akan diuji. Pada pengujian ini yang positif teridentifikasi yaitu  UB biasa, plasenta, dan RDL. Pengujian positif karena ketiga kream pemutih sama-saam mempunyai warna larutan hijau dan terdapat endapan abu-abu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

 

PENUTUP

 

 

A. Kesimpulan

Setelah melakukan eksperimen maka diperoleh kesimpulan bahwa

1)      Pada uji kualitatif  (A),  diperoleh plasenta, quina, dan fair cheek yang positif mengandung Hg dengan adanya endapan hitam.

2)      Pada uji kualitatif (B), diperoleh plasenta, UB biasa, dan RDL yang positif mengandung Hg dengan adanya endapan yang berwarna abu-abu.

 

B. Saran

1)      Bagi konsumen yang menggunakan krim pemutih hendaklah berhati-hati dalam memilih krim pemutih yang beredar dipasaran dan sebaiknya menggunakan krim pemutih yang sudah terdaftar di departemen kesehatan.

2)      Pada praktikum selanjutnya, kimia terapan dilakukan oleh satu orang saja karena dapat membentuk praktikan tersebut menjadi mandiri dan sebagai bekal untuk penelitian selanjutnya.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Agus Surono,1997.Kulit Sehat Cerminan Tubuh anda.Atikel lepas Intisari

Ida M Loenggana,2004.Krim pemutih mengandung merkuri.Kompas.Jakarta.

Najibah Hasan,2005.Krim pemutih – Awas BahayaMerkuri.http :/WWW.jknperak.gov.

 

Khopkar.S.M,1990.Kosep Dasar kimia Analitik.UIP.Jakarta.

Snell Dee Foster.1972. Mercury To Penicillins.Encyclopedia of industrial Chemical Analisis

 

Svehla G.Vogel bagian I.Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro.Erlangga.Jakarta.

 

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: