” KAPASITAS ADSORPSI KHITOSAN TERHADAP RHODAMIN-B” E N D A N G F I T R I A W A T I

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat, taufiq, hidayah serta nikmat kesehatan yang telah diberikan sehingga saya dapat menyelesaikan proposal penelitan dengan judul ”KITOSAN PENGAWET ALAMI PADA PRODUK PANGAN”, sebagai salah satu prasyarat dalam melakukan penelitian, dalam menyusun skripsi nantinya, guna memperoleh gelar sarjana Sains pada Universitas Negeri Makassar.
Penulis tak lupa menghaturkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi bantuan baik berupa materi maupun moril kepada penulis dalam penulisan proposal penelitian ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan proposal penelitian ini masih banyak kesalahan dan kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan dan kesempurnaan pada penulisan proposal ini.

Makassar, November 2006

Penulis,

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tingkat pencemaran lingkungan dewasa ini semakin meningkat. Bahan-bahan pencemar utama bersumber dari senyawa-senyawa kimia yang dibuang kelingkungan. Industri merupakan salah satu sumber dari pembuangan bahan tersebut, karena masih banyak industri atau suatu pusat kegiatan yang membuang limbahnya langsung kelingkungan sekitar melalui sungai, danau atau langsung kelaut, tanpa melalui proses pengolahan dan penyaringan agar mempunyai kualitas yang sama dengan kualitas air lingkungan. (Whardianan, 2001).
Zat warna banyak dipakai dalam industri, tanpa zat warna tersebut hasil atau produk industri tidak akan menarik. Hal ini berkaitan erat dengan masalah pemasaran dan keuntungan. Industri tekstil dan kertas merupakan industri yang menggunakan zat warna Rhodamin-B sebagai pewarna. (http : www. Republika. co.id/asp/ koran detail)
Rhodamin-B biasa digunakan sebagai zat warna tambahan pada sirup, limun, saus, es mambo, bakpau,es cendol dan kosmetika. Rhodamin-B diduga dapat menimbulkan gangguan fungsi hati dan kanker hati jika dikonsumsi (http : www. Republika. co. Id/ asp/ koran detail). Oleh karena zat warna tersebut sangat berbahaya bagi manusia dan perlu dihilangkan dari air buangan industri sebelum bercampur dengan air lingkungan maupun produk-poduk yang mengandung zat warna Rhodamin-B .
Berbagai metode-metode fisika dan kimia termasuk absorpsi, koagulasi, presipitasi, filtrasi dan oksidasi telah digunakan untuk pengolahan air buangan yang mngandung zat warna. (Nasruddin. 2003).
Pada penelitian ini digunakan khitosan untuk menyerap zat warna. Penggunaan khitosan didasari bahwa khitosan adalah biopolimer alam kedua yang paling melimpah setelah selulosa dialam dan baik terdapat pada invertebrata laut, darat, serangga, jamur dan ragi.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas, peneliti ingin mengetahui bagaimana kapasitas adsorpsi khitosan terhadap rhodamin-B?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kapasitas adsorpsi khitosan terhadap rhodamin-B.
D. Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan dan latar belakang maka penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi masyarakat tentang adanya khitosan yang dapat digunakan sebagai adsorben terhadap zat pewarna tambahan yaitu rhodamin-B.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: